Presiden Jokowi Hadiri Peringatan Hari Antikorupsi se-Dunia

PERISTIWA | 4 Desember 2018 09:33 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Antikorupsi se-dunia (Hakordia) 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Acara ini digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan merdeka.com, Selasa (4/12), Jokowi mengenakan baju batik hitam bermotif cokelat lengan panjang serta celana hitam. Jokowi didampingi Ketua KPK Agus Raharjo, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang, dan Laode Muhammad Syarif.

Menteri Kabinet Kerja yang mendampingi Jokowi adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Mendahului Jokowi di lokasi acara yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Kemudian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan DPD Oesman Sapta Odang.

Peringatan Hari Antikorupsi se-dunia digelar pada tanggal 4 sampai 5 Desember 2018 di Hotel Bidakara. Acara ini mengambil tema Menuju Indonesia Bebas Dari Korupsi.

Ketua KPK Agus Raharjo saat memberikan sambutan mengatakan, ada yang unik dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2018 ini. Di mana, KPK mengundang seluruh pimpinan partai politik di Tanah Air.

"Kenapa kami mengundang pimpinan parpol, alasannya akan dijelaskan nanti," ucapnya.

Baca juga:
Presiden Jokowi Ingin Antikorupsi Jadi Gerakan Bangsa
Jokowi Puji CPI: Jangan Sampai Ada yang Bilang Korupsi Kita Stadium 4
Jokowi Yakin Suatu Saat Indonesia Bebas Korupsi
Jokowi Akui Lokasi Penembakan Pekerja di Nduga Papua Sebagai Zona Merah
Habib Bahar Tolak Minta Maaf, Fadli Zon Bilang 'Dia Punya Alasan Kuat'

(mdk/eko)