Presiden Jokowi Minta Para Duta Besar Fokus Diplomasi Ekonomi

PERISTIWA | 9 Januari 2020 11:48 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri. Jokowi meminta 70-80 kinerja persen para duta besar fokus pada diplomasi ekonomi.

"Saya kira bapak ibu tahu semuanya mengenai ini, tetapi saya ingin kita semuanya fokus kepada diplomasi ekonomi. Saya ingin 70-80 persen apa yang kita miliki itu fokusnya di situ, diplomasi ekonomi karena itulah yang sekarang yang sedang diperlukan oleh negara kita," kata Jokowi saat membuka rapat kerja di Istana Negara, Kamis (9/1).

Jokowi yakin, para duta besar paham soal investasi dan prioritas apa yang dibutuhkan. Mulai dari barang dan produk substitusi impor.

1 dari 2 halaman

Jokowi mencontohkan, saat ini Indonesia masih menerima impor petrochemical sebesar 85 persen. Mengacu data tersebut, Jokowi berharap duta besar bisa mendatangkan investasi terkait barang-barang substitusi impor. Sehingga tidak ada lagi impor energi, termasuk minyak dan gas.

"Penting sekali para duta besar ini sebagai duta investasi. Yang pertama, sebagai duta investasi, tetapi juga harus tahu investasi di bidang apa yang kita perlukan atau menjadi prioritas," ungkap Jokowi.

Kemudian terkait batu bara. Para duta besar bisa mendatangkan investor yang berkaitan dengan hal tersebut. Sebab batu bara bisa diubah jadi elpiji.

"Elpiji kita ini impor impor semuanya. Sehingga yang berkaitan dengan investasi yang berkaitan dengan LPG penting sekali supaya kita tidak impor gas elpiji lagi," tegas Jokowi.

Jokowi juga meminta duta besar paham terkait perubahan minyak kelapa kopra menjadi avtur. Diharapkan pula, tak sekadar tahu tapi mencari investasi yang berkaitan dengan itu.

"Juga yang berkaitan B20, B30, B50 sampai nanti B100 dari CPO, dari kelapa sawit, meskipun para ahli kita ini yang menemukan mereka, tapi siapa yang berproduksi? Cari investasi di bidang ini jadi ekspor kita tidak bahan atau raw material lagi," papar Jokowi.

Jokowi juga berharap para duta investasi bisa membantu melakukan ekspor secara besar-besaran dalam bentuk barang minimal setengah jadi.

"Oleh sebab itu para dubes harus terus cari peluang, buka jejaring seluas mungkin, networkingnya buka, kenali karakter pasar, petakan peluang itu, informasikan ke kementerian," ungkap Jokowi.

2 dari 2 halaman

Atas perintah tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi siap mengemban tugas untuk fokus meningkatkan diplomasi ekonomi. Diplomasi Indonesia akan dijalankan berdasarkan prioritas 4+1 yaitu: penguatan diplomasi ekonomi; diplomasi perlindungan; diplomasi kedaulatan dan kebangsaan; dan peran Indonesia di kawasan dan global. Sementara plus satu-nya adalah penguatan infrastruktur diplomasi.

Dalam 5 tahun ke depan, diplomasi ekonomi akan betul-betul diperkuat. Wakil Menteri Luar Negeri telah mendapatkan tugas khusus Presiden RI untuk memperkuat diplomasi ekonomi. Penugasan-penugasan konkret akan diberikan kepada para Kepala Perwakilan dalam memperkuat diplomasi ekonomi.

Menlu Retno menegaskan beberapa hal yang harusnya diubah dalam upaya mencapai diplomasi ekonomi ini. Tren negatif harusnya beralih jadi energi positif, pesimisme harus diubah jadi optimisme, rivalitas beralih menjadi kerja sama serta trust deficit diganti jadi strategic trust. (mdk/lia)

Baca juga:
Presiden Jokowi Beri 3 Instruksi Atasi Banjir di Jabodetabek
Wali Kota Sarankan Jokowi Tidak Tinjau Banjir Bekasi
Jokowi Minta Normalisasi Sungai Dilanjut, Anies Bilang 'Itu Jangka Panjang'
Jokowi Minta Pemda Rekonstruksi & Rehabilitasi Setelah Tanggap Darurat Banjir Selesai
Jokowi Panggil Anies Baswedan, Ridwan Kamil dan Wahidin ke Istana
Cegah Longsor, Jokowi Minta Menteri KLHK Lakukan Rehabilitasi Hingga Reboisasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.