Presiden Jokowi Saksikan Pencanangan Program Percepatan Konektivitas Digital 2021

Presiden Jokowi Saksikan Pencanangan Program Percepatan Konektivitas Digital 2021
Presiden Jokowi Saksikan Pencanangan Program Percepatan Konektivitas Digital 2021. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 26 Februari 2021 14:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hari ini, di Istana Negara, Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menyaksikan penandatanganan program-program yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam rangka menyelenggarakan percepatan konektivitas digital tahun 2021.

Program-program tersebut adalah penandatanganan kontrak pembangunan Base Transceiver Station (BTS), kontrak penyediaan kapasitas satelit, pencanangan program Digital Talent Scholarship (DTS), dan peluncuran perangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19. Secara tegas, sejak awal masa pandemi, Presiden Joko Widodo sendiri telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan percepatan transformasi digital di seluruh Tanah Air.

"Selama lima tahun terakhir ini, pemerintah telah bekerja keras membangun konektivitas nasional kita. Selain membangun tol laut, jaringan rel kereta api, jaringan jalan tol, pembangunan jalan-jalan di perbatasan, pembangunan bandara-bandara, pelabuhan-pelabuhan. Kita juga membangun konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok Nusantara melalui tol langit. Semua ini bukan untuk kepentingan ekonomi semata, tetapi juga untuk merangkai negara kita yang sangat besar ini dalam mempercepat pelayanan pendidikan, kesehatan, dan budaya Nusantara, serta untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa besar," papar Presiden Joko Widodo.

"Saya berharap bahwa program konektivitas digital 2021 menjadi momentum penting yang bisa menghubungkan bangsa Indonesia dengan teknologi baru, pola pikir baru, kesempatan bisnis global baru, dan masa depan baru menuju Indonesia maju. Tetapi konektivitas digital tetap harus berpegang teguh kepada kedaulatan bangsa di tengah globalisasi dan iklim kompetisi sekarang ini," pesan Presiden Jokowi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menjabarkan amanat transformasi digital tersebut dalam beberapa prioritas utama. Dua di antaranya, yang berkaitan dengan acara hari ini, adalah, pertama, melanjutkan pembangunan infrastruktur TIK, meningkatkan konektivitas telekomunikasi nasional melalui upaya pembangunan infrastruktur digital untuk memperkecil digital divide. Upaya pemerataan akses internet ini akan dilanjutkan Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dengan melakukan penggelaran akses di 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau jaringan 4G dari total 83.218 desa/kelurahan di Indonesia dengan layanan sinyal 4G (berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tahun 2016).

Proyek besar ini direncanakan untuk dilaksanakan dalam dua tahun ke depan atau pada akhir tahun 2022, lebih cepat sepuluh tahun dari rencana penyelesaian awal di tahun 2032. Kedua, secara intensif terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan keterampilan digital. Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi telah memberikan pelatihan kecakapan digital level dasar. GNLD Siberkreasi berhasil menjadi Winner World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2020.

Di tingkat kecakapan digital menengah, melalui stimulus pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) telah memberikan pelatihan untuk 58.000 peserta, di mana 34.333 di antaranya telah tersertifikasi nasional dan global, dan masih akan bertambah lagi.

materi kominfo
©2021 Merdeka.com

Dalam hal pembangunan infrastruktur digital, Kementerian Kominfo melalui Badan Layanan Umum (BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) selama ini telah melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di wilayah 3T secara massif. Adapun infrastruktur yang telah dibangun Kementerian Kominfo melalui BAKTI sampai tahun 2020 adalah BTS 4G di 1.682 lokasi, Akses internet di 11.817 lokasi, termasuk di dalamnya 3.126 lokasi fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari program KPC-PEN.

Ketiga penyediaan kapasitas satelit sebesar 21 Gbps. Keempat Palapa Ring sepanjang 12.229 km yang terdiri dari 4.156 km kabel darat (inland) dan 8.073 km kabel laut (SKKL). Kelima satelit Republik Indonesia (SATRIA) 1 yang saat ini dalam proses penandatanganan preparatory work agreement dan diharapkan memulai proses konstruksi pada tahun 2021 ini

"Dukungan finansial terhadap program-program pemerintah seperti satelit SATRIA ini juga memberikan gambaran akan kepercayaan institusi keuangan global kepada pemerintah dan iklim investasi Indonesia," papar Menteri Kominfo, Johnny G Plate.

BTS

Kontrak pembangunan BTS yang ditandatangani hari ini adalah pembangunan untuk Paket 3, 4, dan 5, yang seluruhnya berada di wilayah Papua dan Papua Barat, dengan para pemenang sebagai berikut:

1. Paket 3 : Kemitraan Lintasarta - Huawei – SEI
4. Paket 4 dan Paket 5 : Kemitraan IBS - ZTE

Rincian pembagian kelima paket berdasarkan area adalah sebagai berikut:

1. Paket 1 sebanyak 1.364 desa/kelurahan yang meliputi Area 1 Sumatera (132), Area 2 Nusa Tenggara (456), dan Area 3 Kalimantan (776)
2. Paket 2 sebanyak 1.336 desa/kelurahan yang meliputi Area 4 Sulawesi (536) dan Area 5 Maluku (800)
3. Paket 3 sebanyak 1.795 desa/kelurahan yang meliputi Area 6 Papua Barat (824), Area 7 Papua Bagian Tengah Barat (971)
4. Paket 4 sebanyak 1.819 desa/kelurahan yang mencakup Area 8 Papua Bagian Tengah Utara (1.819)
5. Paket 5 sebanyak 1.590 desa/kelurahan yang mencakup Area 9 Papua Bagian Timur Selatan (1.590)

Kontrak untuk Paket 1 dan 2 telah ditandatangani pada tanggal 29 Januari 2021 lalu, dengan pemenang adalah Kemitraan Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data. BAKTI akan membangun BTS di 7.904 desa/kelurahan selama dua tahun (tahun 2021 - 2022). Tahun 2021 akan dibangun BTS di 4.200 desa/kelurahan. Tahun 2022 akan dibangun BTS di 3.704 desa/kelurahan.

Penyediaan Kapasitas Satelit

Kominfo melalui BAKTI juga menandatangani kontrak setelah melaksanakan proses pengadaan barang/jasa penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi dan layanan internet dalam rangka transformasi digital dengan menetapkan enam pemenang tender pada 13 Januari 2021. BAKTI juga telah menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia terhadap keenam pemenang tender tersebut pada tanggal 27 Januari 2021. Kontrak akan ditandatangani bersama enam pemenang tender tersebut yaitu:

1. PT Bis Data Indonesia
2. PT Dwi Tunggal Putra
3. PT Primacom Interbuana
4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
5. PT Indo Pratama Teleglobal
6. PT Pasifik Satelit Nusantara.

Sejak tahun 2015, pemerintah telah merencanakan pembangunan sarana infrastruktur telekomunikasi satelit melalui proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Satelit Multifungsi Pemerintah (SATRIA) yang bisa mengakomodasi kebutuhan layanan internet cepat di lebih kurang 150.000 lokasi.
Mengingat layanan SATRIA baru akan mulai beroperasi di tahun 2023, BAKTI Kominfo telah melakukan kerjasama Penyediaan Kapasitas Satelit Telekomunikasi dengan lima Mitra Penyedia kapasitas satelit melalui Penyediaan Kapasitas Satelit Telekomunikasi Tahap I pada tahun 2019 dengan bertujuan untuk memperoleh efisiensi pengadaan dalam infrastruktur satelit.

Penyediaan kapasitas satelit ini menggunakan sistem satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ku-band, dan memberikan throughput sebesar lebih kurang 21 Gbps yang melayani seluruh wilayah di Indonesia.

Layanan kapasitas satelit telah beroperasi sejak bulan September tahun 2019 untuk mendukung layanan transmisi dari proyek Akses Internet dan layanan BTS Lastmile. Sampai dengan Januari 2021, Penyediaan Kapasitas Satelit Telekomunikasi Tahap I telah melayani sebanyak 5.224 lokasi Akses Internet dan 1.682 lokasi BTS Lastmile.

Berdasarkan hasil tender, total kapasitas satelit dari enam pemenang tender adalah sebesar lebih kurang 9 Gbps yang direncanakan untuk melayani lebih kurang 4.574 lokasi layanan Akses Internet. Dari keenam pemenang tender Penyediaan Kapasitas Satelit Telekomunikasi dan Layanan Internet Dalam Rangka Transformasi Digital, akan menggunakan teknologi satelit High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-band maupun Ku-Band.

materi kominfo
©2021 Merdeka.com

Penerima manfaat dari proyek Penyediaan Kapasitas Satelit Telekomunikasi dan Layanan Internet dalam Rangka Transformasi Digital adalah instansi pemerintah daerah khususnya kantor desa, sekolah, puskesmas, layanan publik, serta masyarakat di daerah 3T.

Proyek ini nantinya akan menggunakan skema sistem sewa layanan baik untuk kapasitas satelit per Mbps per bulan, maupun layanan internet per Mbps per bulan, dengan estimasi nilai kontrak sewa atau pembeliaan per tahun adalah sebesar lebih kurang 679 Milyar Rupiah. Kontrak payung ini berjangka waktu paling lama sampai dengan 31 Desember 2024 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Digital Talent Scholarship

Program Digital Talent Scholarship (DTS) adalah program pelatihan pengembangan kompetensi yang telah diberikan kepada talenta digital Indonesia sejak tahun 2018. Program Digital Talent Scholarship tahun 2021 didesain untuk menciptakan ekosistem seimbang dalam memaksimalkan peran pentahelix (pemerintah, komunitas/masyarakat, institusi pendidikan tinggi, dunia usaha, dan media) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.

Program Digital Talent Scholarship bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing, produktivitas, profesionalisme SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi bagi angkatan kerja muda Indonesia, masyarakat umum, dan aparatur sipil negara.

Program DTS 2021 secara garis besar dibagi menjadi delapan akademi, yaitu Fresh Graduate Academy (FGA), kedua Vocational School Graduate Academy (VSGA). Ketiga Thematic Academy (TA), keempat Professional Academy (ProA).

Kelima Government Transformation Academy (GTA), keenam Digital Entrepreneurship Academy (DEA). Ketujuh Digital Leadership Academy (DLA) dan terakhir Talent Scouting Academy (TSA).

Para Penerima Manfaat program DTS: angkatan kerja muda, masyarakat umum, dan PNS TNI-Polri. Nilai tambah program DTS yaitu peningkatan sosialisasi dan edukasi terhadap industri dalam pengembangan SDM Digital.

Peluncuran Perangko

Hari ini Presiden Joko Widodo juga menandatangani sampul hari pertama perangko khusus 'Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19' guna mengabadikan momentum dimulainya vaksinasi Covid-19 di Republik Indonesia. Mengingat vaksinasi pertama diberikan kepada Presiden Joko Widodo, maka perangko ini akan bergambar dokumentasi saat Presiden mendapatkan vaksinasi tahap pertama di Istana Presiden pada tanggal 14 Januari 2021.

Penerima manfaat dari peluncuran perangko ini adalah seluruh rakyat Indonesia karena pemberian vaksinasi Covid-19 kepada presiden selaku kepala negara memiliki makna yang sangat besar untuk memberikan rasa percaya diri kepada seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat luas akan pentingnya vaksinasi untuk melawan pandemi. Vaksinasi terhadap orang pertama di negeri ini juga akan menambah keyakinan masyarakat bahwa vaksin itu aman dan halal.

materi kominfo
©2021 Merdeka.com

Peluncuran ini juga merupakan kegiatan yang bernilai tambah bagi masyarakat karena perangko berfungsi sebagai alat edukasi dan penyebaran informasi. perangko adalah simbol tentang pentingnya suatu peristiwa yang di tampilkan di dalamnya. perangko dapat merefleksikan tentang kemajuan peradaban dan maturitas suatu bangsa dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan dan ketatanegaraan.

Sesuai Undang-undang, perangko diterbitkan oleh pemerintah (Kementerian Komunikasi dan Informatika) dan dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia. Penerbitan perangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 melibatkan Kemkominfo, Kemenkes, KPC-PEN, Kementerian Sekretariat Negara, PT Pos Indonesia, dan Perum Perruri.

Dalam rangka mematuhi protokol kesehatan, acara penandatanganan dilakukan secara hybrid, gabungan antara luring dan daring di dua tempat, yaitu Istana Negara dan Ruang Anantakupa Gedung Kementerian Kominfo. Hadir pula di Istana Negara dalam kesempatan ini: Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Direktur Utama PT. Satelit Nusantara Tiga, Adi Rahman Adiwoso; Ketua Umum Perkumpulan Filatelis, Fadli Zon; Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail; Dirjen PPI Kominfo, Ahmad Ramli; Kepala Badan Litbang SDM Kominfo, Hary Budiarto.

Sedangkan di Gedung Kominfo hadir: Sekjen Kominfo, Mira Tayyiba; Dirjen PPI Kominfo, Ahmad Ramli; Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Widodo Muktiyo; Staf Khusus Menkominfo, Niken Widiastuti; Anang Latif (Direktur Utama BAKTI) dan para perwakilan dari pemenang tender untuk BTS dan penyediaan kapasitas satelit: Arya Damar (Perwakilan Kemitraan Lintasarta - Huawei – SEI), Makmur Jaury (Perwakilah Kemitraan Infrastruktur Bisnis Sejahtera - ZTE Indonesia), Deng MingSong (Kemitraan Fiberhome - Telkom Infra - MTD), Dedy Mardhianto (PT Telekomunikasi Indonesia), Domy Kurniawan Santoso (PT Primacom Interbuana), Michael Kurnia Wirawan Alifen (PT Dwi Tunggal Putra), Nicolas Tannady (PT Bis Data Indonesia), Heru Dwikartono (PT Pasifik Satelit Nusantara), dan Candra Bramono Indianto (PT Indo Pratama Teleglobal). (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami