Presiden Jokowi Soal Kelanjutan Kasus Novel Baswedan: Tanya ke Kapolri

PERISTIWA | 4 Desember 2018 12:46 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) enggan berkomentar banyak soal penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Padahal, kasus Novel sudah menginjak hari ke-602.

Jokowi justru meminta awak media bertanya langsung kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Saat ini, kasus penyiraman air keras terhadap Novel memang masih ditangani kepolisian.

"Ditanyakan langsung ke Kapolri," ujar Jokowi di peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, dia belum mendapat laporan detail perkembangan penanganan kasus Novel dari Tito. Tito hanya melaporkan kepolisian telah menggandeng KPK, Kompolnas, Ombudsman dan Komnas HAM untuk mengungkap siapa yang menyerang Novel.

Mengenai desakan dari pelbagai pihak agar pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Jokowi kembali irit bicara.

"Selama Kapolri belum menyampaikan seperti ini ke saya, ya silakan ditanyakan ke Kapolri," kata Jokowi.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 silam. Peristiwa itu terjadi usai Novel menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Masjid tersebut berada di dekat rumahnya.

Sesaat setelah kejadian, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kemudian dirujuk ke Jakarta Eye Center (JEC) di Menteng, Jakarta Pusat. Akibat siraman air keras, Novel mengalami luka parah pada mata sebelah kiri.

Hingga saat ini, kondisi mata kiri Novel terus membaik. Dia juga sudah bekerja seperti biasa sebagai penyidik di KPK.

Baca juga:
Busyro Muqoddas Sindir Polisi Utamakan Kasus Kemah Dibanding Ungkap Penyiraman Novel
Antasari Yakin Kasus Novel Terungkap Asal Ada Kemauan Kuat Elit Politik
Novel Baswedan: Semoga Presiden Tergerak Hatinya Untuk Membentuk TGPF
Istana soal kasus Novel: Jangan semua ke Presiden
500 Hari kasus Novel tak terungkap, Wakapolri ngaku sudah bekerja maksimal

(mdk/ray)