Presiden Jokowi terima peneliti-peneliti cilik di Istana Negara

PERISTIWA | 9 September 2015 16:58 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menerima 18 finalis Kalbe Junior Scientist Award (KJSA), lomba sains nasional tingkat sekolah dasar tahun 2015 di Istana Negara. Jokowi sangat bangga anak-anak tingkat SD sudah mampu menjadi peneliti-peneliti cilik.

"Saya ucapkan selamat pada anak-anakku pada final kalbe scientist award. Kita sebagai bangsa besar harus prioritaskan pengembangan SDM. Kalau dimulai dari anak-anak, insya allah bisa jadi bangsa maju. Ada yang karyanya pendeteksian dini asap," kata Jokowi di Istana, Jakarta, Rabu (9/9).

Jokowi pun memanggil peneliti cilik yang bernama Savana maju ke depan untuk menjelaskan pendeteksian dini asap.

"Kan sekarang baru musim asap. Coba Savana cerita apa yang dideteksi, kalau ada asap langsung bunyi nguing-nguing. Coba cerita," pinta Jokowi.

Savana pun menjelaskan bila alat hasil penelitiannya bisa mendeteksi asap kebakaran. Jika ada asap dengan jarak tertentu, alat tersebut berbunyi dan tidak akan terbakar.

"Enggak kebakar. Tiangnya ditinggikan, di atas dikasih sinyal audio," kata Savana, siswi SD asal Pontianak itu.

Selain itu, Jokowi juga memanggil siswi SD yang berkarya dengan ide dan inovasinya mengenai jebakan tikus. Alat ini bisa berguna untuk sektor pertanian.

"Ada yang karyanya berurusan dengan pertanian? Duet ini. Satu Davina dan satu Aisyah. Cerita dong apa keahliannya," pinta Jokowi.

"Alat penjebak hama tikus otomatis.‎ Jadi pas ‎ tikus masuk, nanti ada sangkar injak, terjadilah konsleting. Ada mcd turun ke posisi off dan pintunya tutup. Umpannya bisa dikasih racun. Kalau tikusnya mau mati, dia makan itu, nanti dia lemes dan mati," jelas siswi asal SD Jakarta Timur itu.

Untuk diketahui, PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) mengadakan Kalbe Junior Scientist Award (KJSA), lomba sains nasional tingkat sekolah dasar tahun 2015. Seleksi yang dilakukan dewan juri yang terdiri dari pakar pendidikan dan penelitian ini memutuskan 18 finalis dari total 811 peserta yang berasal dari 237 sekolah di 22 propinsi di Indonesia.

Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria ide dan kreatifitas karya sains dalam memecahkan problem yang dihadapi anak-anak di lingkungan mereka sendiri. Delapan belas finalis lomba sains KJSA yang telah dilaksanakan untuk kelima kalinya ini berasal dari 10 kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Bogor, Gresik, Mojokerto, Medan dan Pontianak.

Kedelapanbelas finalis KJSA tersebut adalah (1) Daeren Sakti Hermanu dari Semarang, (2) Saffana Rizqi Qinthara dari Pontianak, (3) Aisha Tasya Aulia & Davina Fairuzya dari Jakarta, (4) Rafi Yudha Hidayat dari Semarang, (5) Alexander Fleming Setiadi dari Bandung, (6) Sandy Agre Nicola dari Medan, (7) Nurul Khorina Ilmi & Diva Tsabita Shabrina Aziz dari Gresik, (8) Bryan Tanamas & Fairuz Zabadi Asyrofany dari Semarang, (9) Raisa Zahra & Salsabila Alyani Tazahra dari Bogor, (10) Farah Dennisa Imarini & Aurora Btari Maharani P.S. dari Mojokerto, (11) Celine Lityo & Jessica Putri Japutra dari Jakarta, (12) Sharon Harjo Utomo dari Solo, (13) Sabily Agha & Haliza Zia UI Haq dari Gresik, (14) Nabil Ibadurrahman Ervatra & Muhammad Ali Zainal Abidin dari Jakarta, (15) Edward Pandji dari Surabaya, (16) Firda Nabilah Az Zuhrah dari Bogor, (17) Dinar Wibisono & Fajar Kurniawan dari Gresik, (18) Devita Mayanda Heerlie dari Pontianak.

Kreatifitas siswa-siswa SD 18 finalis ini telah menghasilkan karya-karya sains yang menarik. Diantaranya Alarm Marka dan Pembatas Rambu Lantas Otomatis, Alat Pendeteksi Dini Asap Kebakaran Lahan dan Hutan, Hand Sanitizer Alami dari kulit Durian), Matematika Nusantara (Menjelajahi Indonesia Berbekal Matematika), Peringatan Dini Gas Habis, Tongkat Tuna Netra, Mesin Box Pencuci Telur Semi Otomatis, Cara Sederhana Menentukan Jalan Berlubang yang Perlu Ditambal, dan lain-lain.

Sineas Purbalingga raih penghargaan di Denpasar Film Festival

Mohon doa, mobil tenaga surya ITS akan berlaga di Australia

6 Anak Indonesia yang mengharumkan bangsa di tingkat internasional

Mahasiswa Surabaya buat mobil listrik pintar dengan rem otomatis

Melihat kecanggihan teknologi karya anak bangsa di Ritech Expo 2015

Remaja Bali berusia 19 tahun ini berpenghasilan Rp 400 juta sebulan

UNY Buktikan Putra Bangsa Mampu Membuat Mobil Sendiri

(mdk/bal)