Prestasi olahraga Indonesia paling baik di era Orde Baru

PERISTIWA | 27 Agustus 2016 12:33 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Bulu Tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang sering kali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Seperti belum lama ini, torehan emas diraih ganda campuran bulu tangkis Indonesia Tontowi-Liliyana.

Meski demikian, nyatanya medali emas yang diperoleh Indonesia belakangan ini tak ada apa-apanya dibanding pada masa orde lama dan orde baru.

"Kalau olahraga dilihat sebagai prestasi, memang di orde baru prestasi atlet kita lebih bagus, tahun 1992 sampai 1994," kata Mantan Redaktur Olahraga Budiarto Shambazy dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/8).

Budi memaparkan, bisa dibongkar catatan tahun 1993-1994, di mana Indonesia mampu juara di luar negeri dengan gelaran Sea Games. Bukan seperti belakangan ini yang hanya sebagai tamu saja.

"Dan kalau ukurannya olimpiade emas, pada tahun 1992 itu kita paling baik dengan urutan ranking ranking 24 bukan ranking 46 (Indonesia menempati posisi 46 daftar akhir peraih medali Olimpiade Rio 2016)," paparnya.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan prestasi para atlet Indonesia, Budi memaparkan butuh strategi untuk membangkitkannya seperti selalu maju mengadakan Sea Games seperti zaman Soeharto dulu.

"Butuh strategis untuk membangkitkan, makanya supaya maju, latihan untuk Indonesia misal mengadakan Sea Games. Dulu Pak Harto diminta memasyarakatkan olahraga cukup bagus," tutupnya.

'Suka tidak suka, prestasi olahraga menjadi lahan industri'

Anggaran olahraga Rp 500 M, jangan harap banyak atlet berprestasi

Atlet olahraga peraih medali olimpiade akan dibina di Olympic Center

Raih emas, Tontowi-Lilyana dapat tiket gratis AirAsia seumur hidup

Ahok resmikan empat lapangan futsal di Monas

(mdk/hhw)