Pria Acungkan Pistol di Kota Batu Residivis Penembakan Polisi

Pria Acungkan Pistol di Kota Batu Residivis Penembakan Polisi
pistol. ©2012 Merdeka.com
NEWS | 14 Januari 2022 20:59 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - MS, pria yang mengacungkan pistol di dekat Kantor Desa Pandanrejo, Kota Batu, seorang residivis penembakan anggota polisi. Peristiwa itu terjadi tahun 1998 lalu dan MS sudah dihukum tujuh tahun penjara.

"Pelaku ini merupakan residivis yang pada 1998 melakukan penembakan terhadap anggota Polri dan telah dihukum tujuh tahun penjara di Lapas Lowokwaru Kota Malang," kata Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan di Kota Batu, Jawa Timur. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (14/1).

MS dibebaskan dari Lapas Lowokwaru Kota Malang pada 2005. Polisi yang menjadi korban penembakan MS saat ini masih bertugas di Polresta Malang Kota.

Yoga menambahkan, pada kasus yang lalu, ribut MS dan anggota polisi bermula dari perselisihan hingga terjadi penembakan.

"Kejadian yang lama pada 1998, pelaku melakukan tindak pidana yang bermula dari perselisihan. Korban selamat dan saat ini masih bertugas di Polresta Malang Kota," katanya.

Kini, MS kembali harus berurusan dengan hukum akibat mengacungkan senjata api rakitan di dekat Kantor Desa Pandanrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Aksi pengendara motor itu terekam dalam kamera closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Rekaman dari CCTV tersebut kemudian beredar luas di masyarakat dan dianggap meresahkan. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Polres Batu akhirnya berhasil mengamankan pelaku di kediamannya di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Kamis (13/1) pukul 23.00 WIB,

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk airsoft gun dengan peluru 5,5 milimeter dan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver. Pada senjata api rakitan itu ditemukan tiga buah peluru di dalam chamber empat butir peluru lain.

Yogi menambahkan, pihak kepolisian akan melakukan uji laboratorium termasuk uji balistik untuk mengetahui apakah senjata api rakitan itu pernah dipergunakan oleh pelaku. Pelaku membeli senjata api rakitan itu dari seseorang di wilayah Jawa Timur.

"Kami akan tetap melakukan uji laboratorium dan balistik untuk melihat apakah senjata ini pernah diledakkan sebelumnya," ujarnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, atau bahan peledak dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun penjara. (mdk/lia)

Baca juga:
Polisi Usut Video Viral Pemotor di Batu Acungkan Pistol
Ancam Lansia dengan Senjata Rakitan, Pria di Bengkulu Diringkus Polisi
Kronologi Mobil Senggol Motor di Tangsel yang Viral, Diduga Ada Penodongan Pistol
Cekcok dengan Warga di Tangsel, Pengemudi Mobil Keluarkan Benda Menyerupai Pistol
Panglima TNI Bakal Tindak Tegas Anggota Kabur Bawa Senjata SS2 V1 Saat Tugas
Kabur Bawa Senjata SS-2 V1 di Papua, Foto Prada Yotam Bugiangge Disebar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami