Pria yang Dipukuli Brimob di Kampung Bali Bicara Soal Perannya saat Kerusuhan 22 Mei

PERISTIWA | 25 Mei 2019 08:46 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi menyatakan pria yang dipukuli Brimob di halaman Masjid Al-Huda, Jalan Kampung Bali, Tanah Abang adalah seorang perusuh aksi 22 Mei bernama Andri Bibir. Andri menceritakan awal mula dirinya ditangkap dan dipukuli oleh sejumlah anggota Brimob.

"Saat itu saya memang mau melarikan diri, tapi di belakang ada Brimob dan saya kembali lagi ke lapangan itu. Dan ternyata saat itu saya ditangkap," kata Andri di Polda Metro Jaya, Sabtu (25/5).

Dia mengakui berperan mengumpulkan batu dan air untuk para perusuh lain saat aksi 22 Mei kemarin. Andri mengaku hanya ikut-ikutan saat kerusuhan pecah di Tanah Abang. Karena kesal terkena tembakan gas air mata, dia akhirnya membantu perusuh lain agar kondisi semakin kacau.

"Awalnya saya ikut-ikutan dan di situ saya kena gas air mata, saya sakit hati dan saya membantu supaya pendemo semakin lebih mudah untuk mendapatkan batu," ujar dia.

Andri ikut meluruskan isu hoaks yang menyebut dirinya tewas akibat dipukuli personel Brimob. Dia khawatir keluarga dan teman-temannya percaya dirinya telah meninggal.

"Untuk teman, rekan atau keluarga yang melihat video itu, itu saya dan saya belum meninggal," tandas Andri.

Atas ulahnya, Andri kini ditahan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dia dijerat dengan Pasal 170 dan atau 214 KUHP karena bersama-sama melawan petugas dan atau bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang atau orang.

Baca juga:
Penjelasan Polri Soal Video Viral Brimob Pukuli Pria di Kampung Bali
Pemprov DKI Habiskan Rp 465 Juta Perbaiki Pagar & Taman Rusak Pasca-Kerusuhan 22 Mei
PKS DKI Tegaskan Tak Pasok HT untuk Kerusuhan 22 Mei
Luka Tembak Menembus Perut, Remaja Korban Demo 22 Mei di Pontianak Dimakamkan
Anies: Datang ke Rumah Korban Demo 22 Mei Bukti Gubernur Tidak Diam Saja

(mdk/ray)