Prihatin, Wali Kota Kediri akan Buat Perwali Soal Sampah Plastik

PERISTIWA | 22 September 2019 01:05 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Kota Kediri ikut berpartisipasi dalam kegiatan World Cleanup Day (WCD) 2019, gerakan bersih-bersih terbesar di dunia dan dilaksanakan serentak di 157 negara. Ada empat titik lokasi di Kota Kediri yang menjadi sasaran pembersihan yaitu GOR Joyoboyo, Hutan Kota Joyoboyo, Kali Kedak dan Kali Kresek.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Mas Abu, begitu sapaannya, prihatin terkait sampah plastik yang jumlahnya sangat besar dan bahkan sampai mencemari dasar laut.

"Mari kita bersama-sama membuat janji dengan diri kita sendiri untuk mengurangi sampah plastik. Karena sampah plastik ini sangat berbahaya sekali. Kalau dulu mungkin kita memilih plastik karena simpel dan gampang. Tapi ternyata sampah plastik ini sudah ditimbun berpuluh-puluh tahun tapi tetap tidak bisa diurai," katanya, Sabtu, (21/9).

"Sampah plastik ini juga tidak baik untuk kesehatan kita karena ada turunannya yaitu mikro plastik yang ada di tanah-tanah dan air yang bisa jadi dimakan ikan yang ada di laut dan bahkan mungkin bisa kita minum juga. Oleh karena itu mari kita berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik," sambung dia.

Sebagai komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mengurangi sampah plastik, Mas Abu mengaku sedang membuat perwali tentang sampah plastik. Dia juga meminta bantuan relawan agar lebih giat lagi mengkampanyekan dan mengajak masyarakat agar lebih peduli lingkungan mengingat dampak pencemaran lingkungan saat ini sudah sangat memprihatinkan.

"Ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dan harus dilakukan bersama-sama. Mudah-mudahan gerakan yang kita lakukan ini dilihat oleh seluruh masyarakat dan semua masyarakat harus bisa berkomitmen sama seperti kita," katanya.

"Saya juga sudah buat Peraturan Wali Kota terkait sampah plastik. Saya akan melarang sampah plastik yang sekali pakai di Kota Kediri supaya kita bisa lebih baik lagi dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan ini menjadi amal saleh untuk kita semua dan mudah-mudahan apa yang kita harapkan yaitu Kediri Resik , Kediri Apik dapat tercapai," harapnya.

Di tempat terpisah Ketua TP PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar, bersama anggota TP PKK, komunitas dan pramuka, tampak memunguti sampah di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Hutan Joyoboyo Kota Kediri.

Bunda Fey, sapaannya, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi konsumsi sampah, terutama sampah plastik. Karena saat ini, Indonesia mengalami darurat sampah dan menjadi perhatian dunia.

"Membuang sampah pada tempatnya saja tidak cukup. Langkah yang harus kita lakukan adalah mengurangi konsumsi sampah dari diri kita sendiri. Diawal memang berat namun itu harus kita lakukan," ujarnya.

Baca juga:
Kontes Mobil, Lawang Sewu, dan Kampanye Stop Sampah Plastik Warnai KLCC Semarang
Bea Cukai Pulangkan 9 Kontainer Berisi 135 Ton Sampah Plastik Asal Australia
Melihat Pengolahan Plastik dari Pemulung Jadi Bahan Daur Ulang
Beri Edukasi, Jasindo Ajak Anak-Anak Jaga Kelestarian Laut
Sampah Menggunung di TPA Cipayung
Setelah Rokok, Cukai Plastik Ikut Naik Tahun Ini
Komunitas Mobil Sejuta Umat Banjiri Semarang Akhir Pekan Ini, Ada Apa?

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT