Proses Uji Klinis Vaksin Covid-19 Masih Panjang

Proses Uji Klinis Vaksin Covid-19 Masih Panjang
Vaksin Sinovac Disimpan di Bio Farma Bandung. ©2020 Sekretariat Presiden
PERISTIWA | 17 Desember 2020 20:37 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Relawan uji klinis vaksin fase tiga COVID-19 Sinovac melakukan enam kunjungan penelitian selama uji klinis berlangsung. Hal ini dilakukan untuk melihat konsistensi antibodi.

Juru bicara tim uji klinis vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran (Unpad), Rodman Tarigan, mengatakan pada kunjungan pertama atau Visit 0 (V0), relawan mendapatkan penjelasan mengenai alur uji klinis dan swab test. Jika hasil tes negatif, relawan melakukan kunjungan kedua atau Visit (V1).

Dalam V1, relawan menjalani penyuntikan pertama. Sedangkan penyuntikan kedua dilakukan 14 hari setelah penyuntikan pertama pada kunjungan ketiga atau Visit 2 (V2).

Setelah V2, relawan melakukan tiga kali pengambilan darah pada kunjungan keempat atau Visit 3 (V3) yang dilakukan 14 hari setelah penyuntikan kedua, kunjungan kelima atau Visit 3A (V3A) yang dilaksanakan tiga bulan dari penyuntikan kedua, dan kunjungan keenam atau Visit 4 (V4) yang dilakukan enam bulan setelah penyuntikan kedua.

Selama uji klinis vaksin COVID-19, ada relawan yang mendapatkan suntik vaksin, dan ada relawan yang mendapatkan suntik placebo. Setelah pengecekan antibodi enam bulan dari penyuntikan kedua, laporan lengkap akan disusun dan dikirim.

Selama uji klinis vaksin COVID-19, ada relawan yang mendapatkan suntik vaksin, dan ada relawan yang mendapatkan suntik placebo. Setelah pengecekan antibodi enam bulan dari penyuntikan kedua, laporan lengkap akan disusun dan dikirim.

"Kira-kira April 2021. Sedangkan, pada Desember, kami juga mengirim laporan interim atau laporan sementara," ucapnya.

Semua tahapan uji klinis vaksin fase tiga COVID-19 Sinovac tersebut dijalani Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang juga menjadi relawan dalam uji klinis tersebut.

Terbaru, Ridwan Kamil melakukan kunjungan kelima atau Visit 3A (V3A) di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Senin (14/12) kemarin. Ia mengaku selama menjadi relawan uji klinis, tidak mengalami kendala. Kondisi kesehatannya pun tidak mengalami gangguan.

"Alhamdulillah berkali-kali menjalani swab test, hasilnya selalu negatif. Apakah ini karena faktor vaksin atau tidak, belum bisa disimpulkan," ucapnya. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami