Prospek Menggiurkan, Pemprov Banten akan Tanam Seribu Hektare Pohon Jengkol

PERISTIWA | 5 Oktober 2019 00:04 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Banten akan membangun kawasan perkebunan jengkol seluas 1 ribu hektare. Menurut Gubernur Banten Wahidin Halim, komoditas jengkol disenangi warga Banten dan bisa mempengaruhi inflasi di Banten.

Wahidin mengatakan komoditas jengkol akan memengaruhi inflasi karena jengkol menjadi makanan mahal pada saat ini. Selain itu, Lanjutnya, menu makanan jengkol sangat diminati warga Banten, Betawi dan Jawa Barat.

"Jengkol sangat memengaruhin inflasi dengan harganya capai 80 ribu perkilo, sementara kebutuhan jengkol tonan perbulan. kita akan menanam seribu hektare jengkol karena masyarakat Banten sangat senang makan jengkol termasuk Betawi dan termasuk Jawa Barat," kata Wahidin di sela Pidato pada Paripurna Istimewa HUT ke-19 Banten di DPRD Banten, Jumat (4/10).

Dia menyampaikan, akan menjadikan Banten menjadi daerah produsen jengkol terbesar di Indonesia hingga terkenal ke mancanegara. Selain jengkol, pertanian padi pun akan turut dikembangkan di Banten dengan membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus mengelola penjualan hasil pertanian.

"Ini (menanam jengkol) menjadi catatan sejarah bahwa Banten punya produk jengkol terkenal sampai ke mancanegara. 2020 akan mulai kembangkan sektor pertanian," katanya.

Baca juga:
Semur Jengkol Ternyata Terinspirasi dari Kuliner Belanda
Harga jengkol tembus Rp80.000 per Kg, pedagang sulit dapatkan pasokan
Harga jengkol mulai alami penurunan
Pasokan sedikit, harga Jengkol di Jambi tembus Rp120 ribu per kg
Jengkol di Medan langka, harga per kilo tembus Rp45 ribu
Harga jengkol melonjak 30 persen jadi Rp70.000/Kg

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT