Protes Konser Musik Diperbolehkan Saat Kampanye, Kemendagri Minta Aturan KPU Direvisi

Protes Konser Musik Diperbolehkan Saat Kampanye, Kemendagri Minta Aturan KPU Direvisi
PERISTIWA | 17 September 2020 12:29 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri keberatan jika konser musik masih menjadi kegiatan yang diperbolehkan pada kampanye Pilkada 2020, di tengah masa pandemi. Kementerian Dalam Negeri meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang konser dan kegiatan serupa yang membuat kerumunan.

"Kemendagri sudah menyampaikan keberatan atas dibukanya ruang untuk konser dan bentuk-bentuk kerumunan massa lainnya," ujar Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benny Irwan kepada wartawan, Kamis (17/9).

Kemendagri juga meminta KPU melakukan revisi terhadap Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut, KPU masih memperbolehkan kegiatan kampanye berupa konser musik dengan syarat melaksanakan protokol kesehatan dan massa dibatasi.

"Kemendagri menyarankan untuk melakukan revisi atas PKPU 6 m/20 jo 10/2020," kata Benny.

Keberatan dari Kemendagri sudah disampaikan kepada KPU. Benny mengatakan, KPU tengah mengkaji yang menjadi keberatan Kemendagri terhadap kegiatan konser saat kampanye.

Untuk diketahui sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum tetap mengizinkan beberapa bentuk kegiatan kampanye, salah satunya berupa konser pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020. Namun dengan berbagai catatan karena berada dalam situasi pandemi Covid-19.

"Ada ketentuan dalam undang-undang dan dalam peraturan memang diatur demikian. Bagi KPU tentu tidak mudah juga menghapus bentuk-bentuk kampanye itu karena undang-undangnya masih sama, dasar penyelenggaraan pilkada ini kan masih Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016," kata anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu (16/5). (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami