Protokol Penting Bagi Keluarga yang Isolasi Mandiri Covid-19

Protokol Penting Bagi Keluarga yang Isolasi Mandiri Covid-19
PERISTIWA | 28 Maret 2020 17:56 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya hingga menembus angka seribu lebih kasus. Juru Bicara pemerintah penanganan Covid-19 Achmad Yurianto kembali mengingatkan pentingnya protokol pencegahan penyebaran terlebih bagi yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Saat konferensi pers di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Yuri mengatakan, anggota keluarga yang melakukan isolasi mandiri di rumah harus disiplin menjalani protokol pencegahan.

"Gunakan masker, jaga jarak kontak, dengan anggota keluarga tidak boleh kurang dari 1,5 meter, aktivitas makan gunakan alat makan sendiri, dan tidak makan bersama dengan anggota keluarga yang sehat," ujar Yuri, Sabtu (28/3).

Protokol ini penting dilakukan agar mata rantai penyebaran di lingkup keluarga yang melakukan isolasi mandiri terputus.

Bukan tanpa alasan, menurut Yuri, penyebaran virus Corona masih terjadi di Indonesia lantaran kasus baru positif terus ditemukan di setiap provinsi. Adanya kasus baru sebagai wujud minimnya disiplin masyarakat untuk mengatur jaga jarak.

"Kita harus sadar betul pondasi dari keseluruhan sistem pencegahan dan pengendalian ini adalah terletak bagaimana komunitas masyarakat bisa berperan aktif dalam konteks memutus mata rantai penyebaran," ucapnya.

Diketahui, pemerintah kembali memperbarui kasus positif terjangkit virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air. Ada penambahan 109 kasus baru, sehingga total menjadi 1.155 orang positif Covid-19.

"Kasus positif bertambah sebanyak 109 sehingga total kasus menjadi 1.155 kasus," ungkap Yuri.

Data tersebut dikumpulkan dari tanggal 27 Maret pukul 12.00 sampai 28 Maret pukul 12.00.

Selain itu, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 13 orang sehingga total menjadi 59 kasus yang sembuh dan diizinkan pulang.

"Kemudian pasien yang sudah sembuh dan diizinkan pulang bertambah 13, total menjadi 59 orang," sambungnya.

Untuk yang dilaporkan meninggal dunia pun bertambah 15 sehingga total menjadi 102 orang.

Dengan terus bertambahnya kasus positif, kata Yurianto, terlihat masih terjadi penularan di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, kondisi yang memprihatinkan ini karena terbukti bahwa penularan masih terjadi, bahwa kasus positif masih berada di tengah masyarakat, bahwa kontak dekat masih terjadi. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun masih belun dilakukan," tegasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Trenggalek Tanggap Darurat Pandemi Virus Corona
900 Ruangan di Wisma Atlet Palembang Disiapkan untuk ODP Virus Corona
Balita PDP di Barito Timur Dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya
Sri Mulyani Serahkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat ke BPK Lewat Pertemuan Virtual
Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kini Dilengkapi Bilik Disinfektan
KAI Batalkan 28 Perjalanan Kereta Mulai 1 April hingga 1 Mei 2020
Gugus Tugas Sulit Telusuri 1.322 Warga Kaltim yang Ikut Acara Ijtima di Sulsel

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami