Provokasi Kelompok Intoleran Menyimpang dari Nilai Pancasila, Harus Dilawan!

Provokasi Kelompok Intoleran Menyimpang dari Nilai Pancasila, Harus Dilawan!
Demo toleransi agama. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 27 September 2022 19:23 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Masyarakat diminta tidak gampang termakan hasutan dan sebaran hoaks di media sosial. Upaya provokasi dilakukan kelompok tertentu sudah menyimpang dari budaya bangsa dan nilai-nilai Pancasila.

Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Syauqillah mengatakan, fenomena konten negatif di media sosial sudah memprihatinkan. Untuk itu perlu upaya bersama untuk mencegahnya agar tidak semakin masif.

"Ini menjadi satu arus untuk kemudian kita membuat gerakan di media sosial itu menjadi sangat ramah. Itu perlu kita ke depankan," ujar Syauqillah dalam keterangannya, Selasa (27/9).

Menurutnya, Pancasila merupakan payung besar yang menaungi berbagai keragaman dengan jaminan kehidupan aman, sejahtera, adil dan makmur dalam bingkai NKRI. Namun, Pancasila sudah berulang kali digoyah oleh berbagai isu.

"Kita berhadapan dengan konten yang isinya ideologi anti-Pancasila. Menurut saya perlu disikapi bagaimana menghadapi yang menyebarkan ideologi bertentangan dengan Pancasila," tegasnya.

Para tokoh agama, menurutnya, memiliki peran dan pengaruh yang cukup strategis untuk mempengaruhi pola pikir dan memberikan literasi keagamaan. Tujuannya, membekali umat mencintai kerukunan dan persatuan khususnya di dunia maya.

"Tokoh-tokoh agama ini adalah yang menaungi umat, menaungi bangsa ini dalam kerukunan dan persatuan," ucap Kepala Program Studi Kajian Terorisme, Universitas Indonesia ini.

Menurut Syauqillah, perlu didorong agar masyarakat saat mendapati isu di media sosial memiliki daya tangkal untuk bisa memfilternya.

"Jangan sampai ketika menerima isu-isu itu responsnya jadi destruktif, apalagi yang bertentangan dengan ideologi dan nilai-nilai dari Pancasila. Itu yang harus kita hindari," tuturnya.

Terakhir, Dia berharap energi masyarakat digunakan untuk perdebatan-perdebatan memajukan bangsa, menciptakan daya saing dengan berbagai negara. "Bukan pada persoalan yang sebetulnya malah membawa perpecahan lalu kemudian membuat persatuan retak," tandasnya.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini