Proyek monorail Jokowi dulu gagal, akankah LRT bernasib sama?

PERISTIWA | 10 September 2015 06:04 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Presiden Jokowi mengatakan, berdasarkan pembicaraan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, pembangunan baru bisa dimulai pada Januari 2016. Meski agak terkejut, namun Jokowi tak mempermasalahkan asalkan pembangunan selesai sebelum penyelenggaraan ASEAN Games pada 2018.

"Semua terintegrasi. Semuanya harus sambung. LRT, MRT, busway, kereta cepat, kereta bandara," jelasnya.

Terkait keraguan nasib proyek ini akan seperti monorail, Jokowi menjamin hal itu tidak akan terjadi. "Memulai sesuatu yang tidak ada masalah. Ini kan memulai sesuatu yang tidak ada masalah, mulai dari nol. Kalau monorail dulu memang sudah ada masalah sehingga harus diurai, mengurai masalah kan tidak mudah dan tidak rampung," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, berbeda dengan LRT, proyek monorel begitu banyak masalah. Saking banyaknya masalah, sehingga sulit mengurai untuk melanjutkan monorel. Namun demikian, lanjut Jokowi, tiang monorail yang mangkrak tersebut akan digunakan untuk LRT. Sehingga apa yang telah mangkrak dari monorel ada manfaatnya untuk masyarakat.

"Nanti tiang monorail akan digunakan LRT, semuanya kepakai, tidak ada masalah," imbuhnya.

Selain itu, Jokowi juga menegaskan bila transportasi massal tidak hanya difokuskan di wilayah Jawa. Tetapi pemerintah juga akan mengebut pembangunan kereta di Sulawesi dan Papua.

"Pembangunan transportasi tidak hanya di Jawa saja, akhir bulan ini saya mulai pembangunan kereta api di Sulawesi," tandasnya.

Hal senada diucapkan Ahok. "Ini jangan sama kayak monorel, peletakan batu pertama jadi batu nisan," katanya di lokasi yang sama.

Menurutnya, tidak lagi ada penundaan untuk menyelesaikan pembangunan LRT. Pasalnya anggaran pun sudah menjamin pembangunan lewat dana APBN. "Ini ada APBN jadi aman," ujarnya.

Jika dulu monorail digarap swasta, Ahok mengatakan, proyek LRT sebagian ditanggung oleh APBN. "Sekarang beruntung. Pak Jokowi sudah ke sana (istana), rapat berapa kali (dengan Presiden SBY), kita udah ketemu formula, nah saya kira udah cocok," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (9/9).

Ahok menjelaskan, pembangunan rel akan dikerjakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sementara untuk pengadaan kereta akan dilelang.

"Semua prasarana, relnya itu Pemda yang bangun, sama negara yang bangun. Nanti yang keretanya, baru dilelang, operasionalnya baru dilelang. Jadi kira-kira itu 30 persen lah, kita tanggung 70 persen," papar Ahok.

Untuk diketahui, proyek monorail yang kini menyisakan tiang-tiang pancang merupakan gagasan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada 2002 untuk mengembangkan moda angkutan massa selain bus Transjakarta dan subway. Monorel di Jakarta terbagi dalam dua jalur. Rute jalur hijau (green line) yakni Semanggi-Casablanca- Kuningan-Semanggi dan jalur biru (blue line) meliputi Kampung Melayu-Casablanca- Tanah Abang-Roxy.

Pada 2004 konstruksi pun mulai dikerjakan dengan membuat tiang-tiang pancang. Namun, pembangunan proyek ini tersendat-sendat. Harapan sempat muncul saat seremonial pemasangan batu pertama di Tugu 66, Kuningan, Jakarta Selatan pada Oktober 2013. Namun, setelah batu pertama dipancangkan belum berlanjut ke batu kedua. Alih-alih terlihat ada struktur konstruksinya, area konstruksi sama sekali tidak ada kegiatan.

Salah satu yang menjadi masalah adalah, pemenang tender PT Jakarta Monorail tidak mampu menunjukkan mereka memiliki uang sebesar Rp 30 persen seperti yang diinginkan Pemprov DKI. Total nilai proyek ini sebesar Rp 12 triliun. PT JM juga juga dinilai menyalahi pembangunan depo di Waduk Setiabudi dan Tanah Abang yang merusak tata ruang.

"Dari dulu kami minta mana bukti uang 30 persen. Mereka tetap ngotot hanya 1,5 persen sesuai peraturan Bappenas. Kalau gitu, jangan-jangan properti kami yang diminta, dibuat sebagai jualan lagi. Saya tidak setuju," kata Ahok kala itu.

Baca juga:

Usai LRT, Jokowi pastikan resmikan proyek kereta Sulawesi dan Papua

Korsel bantu Pemkot Bandung bangun LRT Koridor II

Serba sembilan di peresmian proyek LRT Cibubur-Jakarta

Saat peresmian, Presiden Jokowi sindir SBY buat proyek LRT mangkrak

LRT Adhi Karya bisa angkut 24.000 penumpang per jam

Jokowi keluarkan 3 Perpres soal LRT, groundbreaking sebentar lagi

(mdk/bal)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com