Proyektil disimpan POM AL, penyidikan polisi terhambat

PERISTIWA » MALANG | 24 April 2012 16:17 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kapuspen TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, mengatakan pihak TNI Angkatan Laut hingga kini belum menyerahkan proyektil peluru kepada penyidik Polda Metro Jaya. Sampai sekarang proyektil itu masih disimpan di Puspom AL.

"Iya, jadi proyektilnya tidak jadi diserahkan ke polisi, ditunda karena satu dan lain hal, sampai sekarang masih disimpan Puspom AL," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul saat dihubungi, Selasa (24/4).

Menurut Iskandar, ketika ditanyakan alasan ditundanya penyerahan proyektil itu, dirinya mengaku tidak tahu menahu. "Itu dia yang saya tidak tahu alasannya kenapa di POM AL," ujar Iskandar.

Seperti yang diberitakan, Kelasi Sugeng Riyadi, anggota Lafial, dan Prada Akbar Yudha, anggota Kostrad Divisi 2 Malang ditembak oleh seseorang yang berada di dalam mobil Toyota Yaris warna putih pada tanggal 13 April dini hari di Jalan Pramuka.

Sugeng menderita luka tembak di telinga kanan, sementara Prada Akbar Yudhi Aldiah menderita luka tembak yang menembus di bagian dada. Proyektil hanya ditemukan di bagian telinga Sugeng.

Hingga kini, polisi masih belum mengetahui identitas Yaris Putih itu. Perkembangan penyidikan hanya menunjukkan bahwa dua anggota TNI itu ditembak saat berada di dalam rombongan geng motor berambut cepak yang melakukan konvoi dan menyerang kelompok-kelompok pemuda di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Kedua korban, juga belum diperiksa polisi hingga saat ini karena kondisi kesehatannya dinilai belum stabil. Polisi juga mengeluhkan tidak berkembangnya penyidikan lantaran belum ada proyektil yang diserahkan ke penyidik.

"Untuk baju yang digunakan anggota itu dan proyektil masih kami minta. Kami sudah kirim surat seminggu lalu tapi belum dapat tanggapan," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.

Proyektil peluru yang sudah dikeluarkan dari tubuh anggota TNI itu dinilai bisa menunjukkan penyidik atas jenis senjata dan identitas pemegang senjata itu.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT