PSBB Akan Efektif di DKI Jika Koordinasi dengan Daerah Penyangga Hindari Penumpukan

PSBB Akan Efektif di DKI Jika Koordinasi dengan Daerah Penyangga Hindari Penumpukan
PERISTIWA | 7 April 2020 11:27 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengingatkan beberapa catatan penting kepada kesiapan Pemprov DKI, apabila menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Pemprov DKI harus melakukan koordinasi terkait mekanisme pembatasan kepada pemerintah daerah sekitar Jakarta. Hal itu menyusul, terkait perpindahan transportasi maupun masyarakat yang tinggi.

"Menurut saya jika dikatakan siap atau tidak Jakarta terapkan PSBB, siap. Tetapi ada koordinasi yang harus dibangun kepada daerah penyangga, seperti Depok, Bekasi, Tanggerang, Bogor termasuk ke Pemprov Jawa Barat, karena perpindahan transportasi dan masyarakat dari maupun luar itu sangat tinggi," jelas Trubus saat dihubungi merdeka.com, Selasa (7/4).

"Jangan sampai terjadi kembali penumpukan penumpang dimana-mana, seperti kemarin. Ya, seperti KRL itu kan banyak masyarakat luar Jakarta juga. Itu harus dikoordinasikan," sambungnya.

Selain koordinasi, dia juga menyarankan Pemprov DKI harus menyederhanakan penyaluran bantuan kebutuhan pangan yang langsung diterima oleh masyarakat rentan.

"Segera kirimkan bantuan kepada masyarakat rentan, yang memang sangat membutuhkan bantuan pokok. Jangan berbelit terhadap mekanisme, koordinasi dengan RT/RW sesuai data yang mereka miliki," katanya.

Terkait bantuan, Trubus mengusulkan bantuan seperti uang tunai Rp1 juta yang dicanangkan Pemprov DKI. Lebih baik dibagikan kepada per individu bukan per keluarga.

"Apakah pemberian bantuan yang Rp1 juta itu diperuntukan per KK (keluarga) atau per individu. Bila per KK, itu bisa tidak adil, karena setiap keluarga berbeda kan total jumlahnya, kalau yang satu keluarga 6 bagaimana? Tidak cukup kan, lebih baik per orang pembagiannya," imbaunya.

1 dari 1 halaman

Menkes Telah Setuju Jakarta Terapkan PSBB

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto telah menyetujui usulan Gubernur DKI, Anies Baswedan Jakarta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Iya ditandatangani (Menkes) malam tadi (6/4)," ucap Kepala Bidang Media dan Opini Publik, Kementerian Kesehatan Busroni, Selasa (7/4)

Surat secara resmi akan dikirim hari ini. Setelah menerima surat, DKI bisa mengatur beberapa tindakan untuk pencegahan Corona.

"Sudah bisa dilakukan DKI , sebagaimana PSBB. Makna dari PSBB itu bisa dilaksanakan oleh DKI, oleh gubernur, dan jajaran di bawahnya," kata Busroni. (mdk/rhm)

Baca juga:
Menkes Tetapkan DKI Jakarta Berstatus PSBB
Respons Grab Soal Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang Saat PSBB di Jakarta
Polisi Sebut Tak Ada Pembatasan Kendaraan Keluar Masuk DKI saat PSBB Diterapkan
Menkes Setujui DKI Jakarta Terapkan PSBB, Surat Diteken Malam Ini
Jadi Zona Rawan Corona, 5 Daerah di Kaltim Diminta Usulkan PSBB
4 Perbedaan PSBB dengan Karantina Wilayah yang Perlu Diketahui

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami