PSBB Malang Raya Berakhir, Gubernur Jatim Siapkan Masa Transisi New Normal

PSBB Malang Raya Berakhir, Gubernur Jatim Siapkan Masa Transisi New Normal
PERISTIWA » MALANG | 30 Mei 2020 23:17 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya berakhir pada Sabtu (30/5) ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan tidak akan memperpanjangnya dan segera menyiapkan masa transisi ke new normal.

Khofifah menyampaikan, bukan tanpa alasan mengajak warga Malang Raya untuk masuk ke transisi menuju tata kehidupan normal baru. Sebab, dari hasil analisa evaluasi pelaksanaan PSBB Malang Raya, dinilai telah berhasil mengontrol penyebaran Covid-19.

“Rate of transmission di Malang Raya terkontrol dengan PSBB sekali saja. Yaitu dari 3 menjadi 1. Ini menjadi poin utama yang kita analisa setelah di Malang Raya diterapkan PSBB selama 14 hari,” paparnya, Sabtu (30/5).

Tidak hanya itu, saat ini kemampuan kawasan Malang Raya dalam melakukan tes covid-19 secara mandiri juga sudah tersedia. Ada Rumah Sakit Saiful Anwar, Rumah Sakit Universitas Brawijaya dan juga Rumah Sakit Lavallete yang kini mampu melakukan tes spesimen untuk sampel Covid-19.

Selain itu saat ini dari segi layanan kesehatan berupa bed isolasi di Malang Raya juga dalam kondisi yang sangat cukup. Khofifah menegaskan, bahwa pertimbangan memasuki masa transisi pasca PSBB di Malang Raya juga dilihat dari komitmen ketiga Pemda dalam melindungi dan melakukan screening pada populasi berisiko tinggi atau rentan terpapar Covid-19 seperti lansia dan yang memiliki penyakit komorbid.

“Untuk komitmen melindungi komunitas berisiko, dilakukan Malang Raya melalui kerjasama dengan BPJS khususnya lansia dan pasien hipertensi serta diabetes, yang menjadi komorbid paling berisiko jika terpapar ovid-19,” tegasnya.

Pertimbangan berikutnya adalah adanya komitmen kuat dari Pemda untuk melakukan sosialisasi berkelanjutan pada masyarakat Malang Raya untuk terus menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Seperti menggunakan masker, physical distancing, dan melakukan pola hidup sehat.

Selain itu penyebaran Covid-19 di Malang Raya juga dilakukan dengan isolasi yang cepat. Serta gerakan komunitas menjadi kunci dalam melawan penyebaran Covid-19 di Malang Raya.

Kini kampung tangguh di Malang Raya sudah mencapai 290 titik. Tepatnya 200 kampung di Kabupaten Malang, 86 di Kota Malang dan 4 di Kota Batu.

Kampung tangguh yang berbasis masyarakat dengan bantuan pembinaan dari TNI-Polri serta perguruan tinggi menjadi modal sosial (social capital) yang terbaik dalam melawan Covid-19 sesuai dengan arahan WHO.

Di Malang Raya kini juga ada 61 pasar yang sudah menerapkan format ganjil genap sebagai format penerapan menjaga jarak di pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Yang rinciannya, format pasar ganjil genap sudah diterapkan di 34 pasar di Kabupaten Malang, 25 di Kota Malang serta 1 di Kota Batu.

“Apa yang telah dilakukan di Malang Raya selama masa PSBB akan terus dilanjutkan di masa transisi menuju new normal life. Bahwa transisi bukan relaksasi seluas-luasnya tapi justru transisi adalah penyiapan ketika new normal akan mereka lakukan maka kewaspadaan harus dibangun secara lebih kuat agar suasana sosial ekonomi terus meningkat ,” tegasnya.

Poin-poin pertimbangan dalam menetapkan PSBB Malang Raya cukup sekali saja dan dilanjutkan transisi menuju new normal life tersebut selaras dengan pedoman World Health Organization (WHO) bagi daerah yang akan masuk ke masa transisi new normal life di tengah pandemi covid-19.

Kini penyiapan untuk memasuki masa transisi pasca PSBB tengah disusun dalam bentuk penyusunan buku pedoman hidup sehat di tengah covid-19. Pedoman ini disusun secara kolaboratif pentahelix antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan juga media.

“Hari ini vaksin Covid-19 belum ditemukan. Maka hari ini vaksin terbaik adalah pola hidup sehat, vaksin terbaik adalah kedisiplinan. Disiplin menggunakan masker, disiplin physical distancing dan disiplin menerapkan hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Angka Corona di Surabaya Tinggi, BIN Pantau Rapid Test dan SWAB Massal

tni pantau tes swab di surabaya

©2020 Merdeka.com

Tingginya angka pertumbuhan pasien positif Covid-19 di Surabaya, membuat Badan Intelijen Negara (BIN) turut memantau jalannya rapid test dan swab gratis di sejumlah wilayah di Kota Pahlawan ini.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo turun langsung memantau jalannya test tersebut.

Risma mengatakan test massal bersama BIN ini adalah hari kedua setelah kemarin berlangsung di halaman Gedung Siola. Selain itu, ia menjelaskan jika hasil dari swab ada warga yang terkonfirmasi, maka pihaknya akan membawa warga tersebut ke Asrama Haji dengan catatan pasien tersebut tanpa gejala.

“Namun jika yang terkonfirmasi itu, ada gejala atau keluhan maka langsung kita arahkan ke rumah sakit,” kata dia, Sabtu (30/5).

Ia juga memaparkan hasil rapid test dan swab massal yang dilakukan di halaman Gedung Siola kemarin, sekitar 7-8 orang hasil swabnya positif. Oleh karena itu, dinas terkait membawa pasien tersebut ke Hotel Asrama Haji.

“Kita juga menyiapkan rumah sakit jika pasien memang memiliki gejala. Ada Rumah Sakit Husada Utama, RS Siloam, dr Sowandhie dan BDH,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia menyebut saat ini Hotel Asrama Haji masih siap menampung 107 orang dari kapasitas keseluruhan 359. Kemudian untuk RS Siloam berkapasitas sekitar 60 bed. Sedangkan untuk RS BDH sedikitnya ada 162 bed. “Kita punya bed kosong kurang lebih 260 orang di Husada Utama,” tegasnya.

Kemudian, wali kota yang menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini pun menegaskan warga yang nanti hasil swabnya positif atau rapid test yang reaktif, maka tugas selanjutnya puksesmas mengajak anggota keluarga lainnya untuk melakukan rapid test. Sehingga dapat memaksimalkan tracing dan mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19.

"Kita mencocokan dengan data kependudukan agar keluarganya bisa melakukan rapid test dengan puskesmas terdekat," papar dia.

Sementara itu, Sestama BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo menjelaskan untuk saat ini ia tengah fokus di Kota Surabaya untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19. Dari 500 hasil rapid test, 127 diantaranya dinyatakan reaktif. “Artinya jumlahnya 25,4 persen. Kita harapkan tidak ada perkembangan lagi,” kata dia.

Dia pun berharap, dalam upaya menghentikan wabah global ini, semua elemen berbondong-bondong ikut serta disiplin. Termasuk masyarakat ikut mengambil peran aktif dalam menerapkan sosial distancing maupun phsycal distancing.

"Semua ini adalah tindakan kemanusiaan. Jadi kami berharap masyarakat untuk bisa menerapkan sosial distancing dan phsycal distancing di mana pun berada," pungkas dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Foto Model Saat PSBB
Menengok Rumah Makan yang Terapkan Protokol Kesehatan Menyambut New Normal
Masih PSBB, Pasar Gembrong Dipadati Warga
Survei LSI Denny JA: Lima Alasan 5 Juni Warga Bisa Kerja Kembali
Banyak Warga Kenakan Masker di Leher, PSBB di Palembang Perlu Dievaluasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5