PSI Soal Jokowi Rehabilitasi Hutan Mangrove: Ini Solusi Progresif Atasi Krisis Iklim

PSI Soal Jokowi Rehabilitasi Hutan Mangrove: Ini Solusi Progresif Atasi Krisis Iklim
Momen Ibu Iriana Temani Jokowi Susuri Hutan Mangrove di Bali. ©2021 Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev
NEWS | 20 Oktober 2021 13:30 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Plt Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha mengapresiasi langkah Presiden Jokowi merehabilitasi 600 ribu hektar hutan mangrove sampai 2024.

"PSI sangat mendukung Presiden Jokowi yang merehabilitasi hutan mangrove. Menurut hasil riset Direktorat Lingkungan Hidup DPP PSI, peranan Indonesia dalam memerangi krisis iklim dunia adalah dalam pengelolaan hutan, khususnya hutan mangrove," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/10).

Mendekati COP 26 di Glasgow yang merupakan waktunya para pemimpin dunia mencari solusi krisis iklim, Giring berharap, Presiden Jokowi membawa solusi krisis iklim khas Indonesia ini. Sehingga dapat menjadi pembeda Indonesia dengan negara lain.

"Indonesia ini dari dulu terkenal akan kesuburannya dan akan hutannya. Jadi Presiden Jokowi bisa juga menawarkan solusi ini pada saat COP 26 di Glasgow nanti. Pembeda Indonesia dengan seluruh dunia adalah Indonesia memiliki tanah yang subur dan hutan hujan tropis serta hutan mangrove yang mampu menyerap karbon lebih banyak dari hutan lain di dunia," jelasnya.

Menurutnya, PSI saat ini sangat fokus mencari solusi untuk krisis iklim dunia. Hal ini dilakukan karena PSI ingin memastikan bumi yang diwariskan pada generasi muda nanti adalah tempat tinggal yang layak untuk dihuni, bukan bumi yang penuh bencana banjir dan kekeringan.

"Kita sebagai anak muda harus berjuang untuk memerangi krisis iklim, karena Indonesia adalah negara kepulauan, jika terjadi kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim, maka pantai utara Jawa bisa tenggelam. Tepat langkah Presiden Jokowi karena mangrove kan selain bisa menyerap karbon juga punya jasa untuk menahan abrasi," tambah Giring.

Salah satu kelebihan lain dari mangrove adalah potensi blue carbon, di mana nantinya Indonesia bisa menjual karbon sebagai langkah untuk shifting dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi karbon.

"Hasil penelitian Direktorat Lingkungan Hidup DPP PSI, yang juga penting adalah potensi blue carbon. Indonesia ini negara dengan potensi blue carbon terbesar di dunia. Jadi jika semua daerah di Indonesia mulai merehabilitasi hutan mangrove, kita nanti akan bisa menjual karbonnya. Ini bisa membantu Indonesia bangkit juga secara ekonomi pasca-pandemi Covid-19," ungkap Giring.

Dia juga menyebutkan, sejak 2020, dirinya sudah menyerukan kepada pengurus dan kader PSI di seluruh Indonesia untuk menanam dan merawat pohon.

"Kami berharap usaha kami menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, terutama para anak muda, karena krisis iklim ini di depan mata. Ibu kota Jakarta, misalnya, sedang dalam ancaman tenggelam. Kalau kita tidak bergerak sekarang, itu akan terlambat," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo menargetkan pemerintah dapat merehabilitasi 600 ribu hektare hutan mangrove di Indonesia hingga 2024.

"Target kita 3 tahun ke depan akan kita perbaiki, kita rehabilitasi sebanyak 600 ribu hektare," kata Jokowi di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Selasa kemarin.

Jokowi menyampaikan hal tersebut seusai menanam mangrove bersama sejumlah duta besar negara sahabat di Tana Tidung. (mdk/fik)

Baca juga:
Ikut Tanam Mangrove Bersama Jokowi, Para Dubes Puji Langkah Indonesia
Jokowi Targetkan 600 Ribu Hektare Hutan Mangrove di Kaltara Bisa Direhabilitasi
Tiba di Tana Tidung, Jokowi Disambut Prosesi Adat Tepung Tawar
Jokowi Terbang ke Kalimantan Utara, Tanam Mangrove hingga Tinjau Vaksinasi
Raih Rekor Muri, Begini Keseruan Penanaman 1 Juta Mangrove di Demak
Jokowi dan Iriana Susuri Hutan Mangrove di Bali

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami