PT KAI Minta Warga Tak Mudah Percaya Penipuan Modus Penerimaan Pegawai

PERISTIWA | 12 November 2018 09:34 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Sebanyak 128 orang menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen penerimaan pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kasus ini terungkap setelah mereka kedapatan menggunakan tiket KA Argo Lawu palsu saat akan menuju Yogyakarta pada 11 November malam pukul 20.15 Wib.

VP Public Relations PT KAI, Agus Komarudin, mengaku prihatin dengan kejadian yang dialami seratusan lebih orang tersebut.

"Saya sangat prihatin atas kejadian ini, semoga ke depan tidak ada lagi kejadian ini yang merugikan masyarakat. Apalagi modus penipuan di-setting melalui grup WA untuk menyampaikan info-info penipuan kepada korban," kata Agus dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Senin (12/11).

Dia menegaskan, proses rekrutmen pegawai PT KAI hanya dilakukan melalui website resmi PT KAI yakni https://recruitment.kai.id. Selain itu, proses penerimaan juga tidak ada meminta uang apapun.

"Korban diiming - imingi untuk berangkat mengikuti pendidikan dan pelatihan calon pegawai PT KAI di Yogyakarta dengan membayar sejumlah uang kepada oknum tersebut yang berkisar antara 5 - 20 juta rupiah," jelasnya.

Mereka yang menjadi korban memiliki latar belakangan pendidikan berbeda. Ada yang tamat SMA, S1 sampai sudah bekerja di perusahaan lain. Agus berpesan, hendaknya kepada masyarakat tidak mudah percaya terhadap iming-imingi janji pekerjaan yang ditawarkan pihak tak dikenal apalagi hanya dengan pesan berantai aplikasi chat Whatsapp.

"Masyarakat diharapkan lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen. Jangan mudah tertarik dan waspada akan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan untuk menjadi pegawai dari oknum yang mengatasnamakan PT KAI. Selain itu, PT KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meneruskan/menyebarkan pesan tentang pengumuman rekrutmen PT KAI yang terindikasi palsu untuk menghindari semakin banyaknya orang yang tertipu oleh oknum pembuat rekrutmen palsu tersebut," jelasnya.

Dia menambahkan, ratusan pelamar juga sudah meninggalkan Stasiun Gambir di hari yang sama pukul 22.30 Wib.

"Hari ini korban rencana akan ke kepolisian untuk melaporkan, dan PT KAI akan mendampingi," tegas Agus. (mdk/lia)

Baca juga:
128 Korban Hoaks Lowongan Kerja KAI Terlantar di Stasiun Gambir
Biro Jasa Pajak Kendaraan Tilep Duit Pelanggan Hingga Rp 70 juta
Deretan Miliarder dengan Modal Menipu
Keluarga korban Lion Air ditelepon penipu ngaku tim RS Polri tagih biaya
Diserahkan ke Kejati Sumut, mantan Bupati Tapteng segera diadili
3 WN China terlibat aksi gendam di Bali, gasak uang ratusan juta dan 4 kg emas
Polda Riau tangkap pelaku penipuan dana perbankan hingga ratusan juta rupiah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.