PTPN V Dapat Penghargaan, Karyawan Diminta Tetap Tingkatkan Protokol Kesehatan

PTPN V Dapat Penghargaan, Karyawan Diminta Tetap Tingkatkan Protokol Kesehatan
CEO PTPN V Jatmiko K Santosa. Istimewa
NEWS | 8 Oktober 2020 22:26 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V mendapatkan lima penghargaan dalam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2020 dari Kementerian Ketenagakerjaan. CEO PTPN V Jatmiko K Santosa mengatakan, penghargaan tersebut jadi momentum untuk meningkatkan kesadaran perusahaan dan karyawan dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Sejak awal pandemi, dia mengatakan perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan ketat kepada karyawan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak. Perusahaan juga turut menyiapkan segala fasilitas pendukung untuk menjaga kebersihan diri dalam upaya mencegah Covid-19.

Selain itu, tes cepat dan tes usap juga dilakukan kepada ribuan karyawan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tidak kurang dari Rp2,9 miliar telah digelontorkan perusahaan dalam upaya mencegah dan menanggulangi Covid-19.

"Kita terus berupaya agar karyawan selamat, sehat, dan produktif serta perusahaan dapat tetap mempertahankan produktivitas dan adaptif dengan kondisi kebiasaan yang baru," kata Jatmiko di Pekanbaru, Kamis (8/10).

Jatmiko mengapresiasi kepada pabrik kelapa sawit (PKS) dan unit kebun yang berhasil meraih penghargaan sistem manajemen K3 (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan. Ia mengatakan bahwa penghargaan itu juga merupakan wujud komitmen perusahaan untuk melindungi para karyawan dalam bekerja.

"Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang kami terima hari ini. Penerapan K3 di PTPN V saat ini sudah berjalan dengan baik. Semoga penghargaan ini mampu melecut semangat kami untuk terus secara konsisten meningkatkan SMK3 di berbagai wilayah kerja kami," kata CEO Jatmiko.

Di luar penghargaan tersebut, Jatmiko menyatakan jika seluruh areal operasional perusahaan terdiri dari 34 unit perkebunan sawit, karet, pabrik kelapa sawit, pabrik inti sawit, dan pabrik karet PTPN V menerapkan SMK3 dan tersertifikasi. Semua langkah itu merupakan bagian dari upaya PTPN V dalam mewujudkan zero accident.

Perusahaan, kata dia sudah melakukan upaya maksimal untuk penerapan K3. Di antaranya melengkapi sertifikasi K3 yang dimiliki oleh seluruh pabrik serta penghargaan zero accident yang didapat.

"Namun sekecil apa pun potensi risiko, kita harus mempersiapkan dan memberikan perlindungan, tidak hanya atas kesehatan dan keselamatan, termasuk juga dari sisi ekonomi dan sosial," tuturnya.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah secara daring dari Jakarta. "Penghargaan diberikan kepada pihak-pihak yang berhasil menerapkan K3," kata Menteri Ida dalam sambutannya.

Menurut Ida, penghargaan K3 ini bertujuan memotivasi perusahaan, pemerintah daerah, dan pekerja untuk mengimplementasikan K3 dengan lebih baik, terutama di saat pandemi.

"Di saat pandemi Covid-19 penegakan norma K3 jadi sangat penting karena menjaga kelangsungan usaha dan keselamatan kerja di tempat kerja," lanjut dia.

Lima penghargaan yang berhasil diraih PTPN V adalah untuk kategori sistem manajemen K3. Kelimanya terdiri dari PKS Sei Rokan, Sungai Tapung dan Lubuk Dalam. Selanjutnya, unit kebun Air Molek II dan kebun Lubuk Dalam.

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami