Puji Promosi Sandiaga, Presiden Pariwisata Dunia Nilai RI Tujuan Wisata 'Kelas 1'

Puji Promosi Sandiaga, Presiden Pariwisata Dunia Nilai RI Tujuan Wisata 'Kelas 1'
Menparekraf Sandiaga Uno di acara Forum Pariwisata Dunia. ©2021 Antara
NEWS | 16 September 2021 21:04 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia (WTFI) Bulut Bagci mengaku terpukau dengan pakaian adat Gorontalo yang dikenakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara Forum Pariwisata Dunia. Baju adat Gorontalo itu langsung menebarkan energi positif ditambah kepiawaian Menteri Sandi mempromosikan budaya Indonesia dalam waktu singkat.

"Dalam mempromosikan wisata, apa yang dilakukan Pak Menteri Sandi sangat keren dan menunjukkan Indonesia sangat kaya," kata Bulut Bagci dalam keterangan pers Kemenparekraf di Jakarta seperti dilansir Antara, Kamis (16/9).

Lebih lanjut Bulut Bagci menilai bahwa Indonesia memiliki kekayaan pariwisata. Bahkan dia menyebut Indonesia sebagai "kelas satu" wisata dunia.

"Indonesia adalah tujuan wisata 'kelas satu' dengan orang-orangnya yang hangat, budaya yang beragam, dan alam yang indah. Ini merupakan kekuatan yang dapat mendorong pariwisata, kestabilan politik, dan mekanisme demokratis," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sandiaga mengatakan pemerintah Indonesia fokus pada peningkatan potensi wisata dan ekonomi kreatif. Wisata dan ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi lokomotif penggerak perekonomian nasional.

Sandiaga juga memaparkan beberapa kebijakan Kemenparekraf, di antaranya Program Stimulus Hibah Pariwisata, Free COVID Corridor atau Travel Corridor Arrangement, Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga Program Digitalisasi Ekonomi Kreatif.

"Program tersebut menyasar kepada 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga.

Pada 2020, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat sebanyak 4,05 juta kunjungan mengalami penurunan sebesar 74,84 persen dibandingkan tahun 2019 yang berjumlah 16,1 juta kunjungan.

Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara pada 2021 bisa mencapai 4 juta pergerakan dengan nilai devisa sebesar 4,8 miliar dolar AS dan ekspor ekonomi kreatif menjadi 17,45 milar dolar AS.

Sementara itu, jumlah wisatawan domestik pada tahun ini ditargetkan dapat mencapai 180 juta pergerakan mengingat masih banyak larangan dan aturan berpergian selama pandemi COVID-19.

Sandiaga juga menerangkan bahwa Indonesia membuka kembali destinasi wisata untuk wisatawan mancanegara secara bertahap. Pembukaan pariwisata Indonesia akan bergantung beberapa prasyarat, yakni pandemi Covid-19 yang dapat dikendalikan yang berarti destinasi harus berada dalam risiko penularan yang rendah dan fasilitas kesehatan yang memadai tersedia.

Persiapan pembukaan pariwisata Indonesia juga disebut mengharuskan percepatan vaksinasi, memastikan kesiapan pelaku usaha dan seluruh masyarakat dalam menjaga penerapan prokes yang ketat dan disiplin, serta kesiapan industri pariwisata untuk menerapkan protokol CHSE yang dilengkapi dengan PeduliLindungi. (mdk/ray)

Baca juga:
Kerumunan Terus Terjadi di Anyer, Kapolda Banten Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Bersiap Menuju Endemi Tahun 2022, Ini Syarat Berwisata di Jabar Jika Covid-19 Selesai
Kembangkan Wisata Medis, Pemerintah Bakal Bentuk Indonesia Health Tourism Board
Mobilitas Publik ke Tempat Rekreasi hingga Kantor Naik pada Agustus 2021
Wapres: Protokol Kesehatan Berbasis CHSE Jadi Standar Persiapan Wisata

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami