Pulang Ambil Rapor, Pelajar Dicabuli Tukang Ojek Usai Diberi Obat Penenang

Pulang Ambil Rapor, Pelajar Dicabuli Tukang Ojek Usai Diberi Obat Penenang
PERISTIWA | 31 Juli 2020 13:58 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Jajaran Kepolisian Resor Solok Selatan, Sumatera Barat, menangkap tukang ojek RUL (51) terduga pelaku tindak asusila terhadap seorang pelajar di perkebunan teh di Sungai Lambai, dengan memberikan minuman mengandung obat penenang.

Kepala Polres Solok Selatan AKBP Tedy Purnanto melalui Kasat Reskrim Iptu M Arvi di Padang Aro, Jumat menyebutkan pelaku merupakan warga Sungai Kalu ditangkap pada Kamis (30/7) di Sungai Kalu, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Penangkapan tersangka berdasarkan Laporan Polisi No. LP/13/VII/2020-SPK Polres tanggal 17 Juli 2020.

Peristiwa pencabulan terhadap korban yang merupakan anak di bawah umur, berawal ketika tersangka mengantarkan korban ke rumah gurunya di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, untuk mengambil rapor.

Setelah mengambil rapor, korban yang hendak pulang mencoba mencari ojek dan kebetulan tersangka masih berada di lokasi tersebut.

Dalam perjalanan pulang, tersangka tidak mengantarkan korban ke rumah di Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu, melainkan mengarahkan sepeda motor ke perkebunan teh di Sungai Lambai, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Tersangka kemudian memberikan minuman mengandung bius kepada korban hingga merasa pusing dan lemah. "Di saat tak berdaya itu tersangka melakukan aksinya," ujarnya.

Setelah diperiksa, tersangka membenarkan kejadian tersebut. Korban sendiri juga telah dilakukan visum. RUL kini diamankan di Mapolres Solok Selatan.

Arvi menyebutkan, tindakan asusila merupakan perkara yang menonjol di daerah tersebut setiap tahunnya. Untuk itu ia mengimbau agar orang tua mengawasi pergaulan anaknya.

"Bukan hanya terhadap orang jauh, tapi orang dekat juga perlu diwaspadai," ujarnya.

Ia mengatakan, media sosial juga dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki niat jelek. Ia mengimbau, orang tua juga harus mengawasi media sosial anaknya. Dikutip Antara. (mdk/gil)

Baca juga:
Modus Usir Setan, Pria Ini Cabuli Remaja
Ketua Yayasan Pondok Pesantren di Serang Diduga Cabuli 15 Santriwati
Kelakuan Ayah Bejat, Cabuli Dua Anak Kandung Berkali-kali
Dicabuli Ayah Kandung, Remaja di Samarinda Kabur dari Rumah dan Lapor Polisi
Bapak di Nagan Raya Tega Cabuli Anak Kandung di Rumahnya Sendiri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami