Pulang ke Sulbar, Pekerja Migran akan Dikarantina

Pulang ke Sulbar, Pekerja Migran akan Dikarantina
PERISTIWA » MAKASSAR | 24 Mei 2020 01:36 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM setempat telah menyiapkan langkah antisipasi terkait rencana kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulbar, Harun Sulianto mengatakan, langkah antisipasi terkait rencana kepulangan pekerja migran asal Sulbar dari Malaysia tersebut telah dibahas melalui rapat koordinasi antara Pemprov Sulbar bersama unsur forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

"Kami bersama Pemprov Sulbar serta unsur forkopimda telah membahas berbagai langkah antisipasi terkait rencana kedatangan pekerja migran tersebut," katanya seperti dilansir dari Antara, Sabtu (23/5).

Dia menyarankan agar dalam proses pemulangan PMI asal Sulbar tersebut, tetap mengedepankan protokol kesehatan, mulai penjemputan, perjalanan ke Sulbar hingga jika harus dikarantina lagi.

"Meskipun para PMI itu sudah memiliki surat keterangan sehat, sebaiknya tetap diperiksa ulang. Jika harus dikarantina, maka kebutuhan makan dan minum mereka harus dijamin pemprov maupun pemkab dimana PMI tersebut berasal," ujarnya.

"Juga perlu sosialisasi ke masyarakat bahwa para PMI kita tersebut adalah mereka yang sudah diperiksakan kesehatannya secara berjenjang sejak dari Malaysia hingga kedatangan di Sulbar," tambah Harun.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum HAM, Sulbar Wisnu Daru Fajar mengatakan, dua kantor Imigrasi di Sulbar bukan merupakan tempat pendaratan internasional atau Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

Pemeriksaan dokumen keimigrasian terhadap pekerja migran Indonesia asal Sulbar tersebut, lanjut dia, dilakukan di kantor Imigrasi yang membawahi daerah saat pertama kali mereka masuk ke Indonesia.

"Dan jika sesuai skenario pemerintah pusat, mereka akan masuk melalui Kantor Imigrasi Nunukan, Kalimantan Utara dan Kantor Imigrasi Khusus Kualanamu, Sumatera Utara," terangnya.

"Sesuai SOP yang ada, biasanya PMI yang datang sudah diperiksa oleh tim dokter dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di pelabuhan maupun bandara, kemudian dikarantina selama 14 hari, sebelum dipulangkan ke daerah asal," tutup Wisnu.

Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris mengatakan, pemerintah setempat sudah mengambil langkah-langkah teknis terkait rencana pemulangan pekerja migran dari Malaysia, baik pekerja ilegal yang dideportasi maupun pekerja yang dipulangkan karena terkena PHK dari perusahaan tempat bekerja.

"Sedikitnya ada 100 orang PMI dari Malaysia asal Sulbar yang akan pulang setelah Idul Fitri. Kemungkinan, mereka akan tiba di Pelabuhan Pare-pare maupun Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan," kata Muhammad Idris.

Rapat koordinasi rencana kepulangan pekerja migran yang digelar secara virtual itu, juga dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar Darmawel, Danrem 142 Tatag Kolonel CZI Firman Dahlan, Wakapolda Brigjen Endi Sutendi serta unsur forkopimda lainnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pulang ke Sulbar, Pekerja Migran akan Dikarantina
591 Pekerja Migran Tiba di Jakarta & Bali Positif Terpapar Covid-19
Ketua Gugus Tugas: 15.300 WNI dari Luar Negeri Tiba di Bali, 312 Positif Covid-19
Tidak Bisa Tunjukkan Hasil Rapid Test, Puluhan Pekerja Migran Dikarantina
121 Pekerja Migran Bermasalah Asal Indonesia Dideportasi Malaysia
Tiba di Indonesia, 650 WNI Repatriasi Langsung di Karantina di Empat Tempat
Pekerja Migran Ilegal Mulai Marak Pulang Lewat Jalur Laut Imbas Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami