Pulau Sebaru, Dulu Pusat Rehabilitasi Pengguna Narkoba Kini Virus Corona

Pulau Sebaru, Dulu Pusat Rehabilitasi Pengguna Narkoba Kini Virus Corona
PERISTIWA | 27 Februari 2020 14:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah telah memutuskan mengevakuasi 188 Warga Negara Indonesia (WNI) kru kapal World Dream ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Pulau ini menjadi sangat terkenal setelah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putrano menyatakan akan mengobservasi WNI kru Kapal World Dream yang diduga terinfeksi Virus Corona di Pulau Sebaru mulai 28 Februari 2020.

Ada beberapa pertimbangan pemerintah memilih Pulau Sebaru. Alasan pertama karena pulau itu merupakan pulau kosong tanpa penghuni dan jauh dari permukiman masyarakat di Kepulauan Seribu.

Bicara soal Sebaru, pulau ini pernah digunakan sebagai tempat rehabilitasi para pengguna narkotika. Dilansir Antara, laman arthagrahapeduli.org mempublikasikan beberapa artikel terkait tempat rehabilitasi narkotika di pulau tersebut. Tempat itu bernama Sebaru Beach Recovery Resort. Fasilitas rehabilitasi yang dibangun Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Yayasan Nusantara Astriprima.

Fasilitas di Pulau Sebaru Kecil dibangun tahun 2008 atau pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di Pulau Sebaru Kecil pada Rabu (26/2) siang, seorang juru masak, Sulistio (58) mengaku telah bekerja di pulau itu sejak dijadikan tempat rehab para pencandu narkoba. Tempat itu ditutup sejak tahun 2012 saat dia masih tinggal di Pulau Sebaru kecil bersama dua rekannya.

Satu bukti jelas sebagai bekas lokasi rehabilitasi di pulau itu, ada papan selamat datang. Papan yang masih berdiri kokoh bertuliskan "Cakrawala Sebaru Drugs Rehabilitation Center".

Sebagai bekas lokasi tempat rehabilitasi, Pulau Sebaru dilengkapi sejumlah fasilitas diantaranya dermaga kapal, delapan bangunan dengan ruang tidur lengkap, aula pertemuan, bangunan kantor, gedung instalasi listrik, dapur, tempat cuci pakaian, pengolahan air bersih hingga pengolahan air limbah.

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memastikan kelengkapan fasilitas di pulau itu.

"Saya kira sudah dipersiapkan, fasilitasnya sudah, itukan dulu pernah jadi tempat rehabilitasi narkoba jadi sudah ada, cuma dia lebih dilengkapi dan diperkuat. Dan hari ini panglima TNI, Kapolri juga kesana jadi keamanannya kemudian juga sudah disiapkan," kata Wapres di Bangka Belitung, Kamis (27/2).

Ma'ruf meyakini, fasilitas di Pulau Seribu tidak kalah dari Pulau Natuna. Ditambah, Pulau Sebaru lebih aman lantaran tidak ada penduduk yang tinggal.

"Ini kan lebih aman karena pulaunya pulau kosong, tidak berpenduduk, kita harapkan ini merupakan salah satu model cara kita menangkal penyakit menular," ucap Wapres.

Menteri Kesehatan (Menkes) Mayjen TNI Terawan Agus Putranto mengajak semua pihak yang skeptis untuk mengunjungi Balitbangkes tepat laboratorium pengecekan Covid-19 milik Kementerian Kesehatan.

"Kalau perlu ini nanti ke (Pulau) Sebaru silahkan datang ke Sebaru. Tapi nanti ada batas-batasnya mana Ring 1, mana Ring 2, mana Ring 3 karena itu peraturan," ucapnya.

Terawan menyebut bahwa WNI dari kedua kapal tersebut akan dievakuasi ke Indonesia dan ditempatkan di Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu.

"Pulaunya digabung, tempatnya dipisahkan ya. Pulaunya satu kok, di mana? Cuman tempatnya di pisahkan," kata Terawan.

Sementara itu Menlu Retno Marsudi menuturkan, ada total 78 WNI yang berada di Kapal Diamond Princess. Delapan di antaranya dikabarkan positif Coronavirus atau Covid-19.

"Jadi jumlahnya 78 dari sembilan sampai kemarin dinyatakan positif. Kemudian satu sudah dinyatakan negatif jadi yang positif ada delapan," jelasnya.

Sedangkan dua WNI lainnya memilih untuk tetap tinggal. Mengingat evakuasi tersebut bersifat sukarela dari para WNI.

"Evakuasi ini sifatnya sukarela. Jadi jika ada WN yang memilih untuk tinggal. Sampai saat ini, bisa saja ada perubahan. Ada 68 yang akan dievakuasi," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Sejarah Pulau Sebaru

sebaru rev2

Hingga saat ini, belum ada catatan resmi terkait Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu tersebut. Berdasarkan penuturan warga sekitar, Pulau Sebaru dikenal sejak tahun 1980-an.

Pulau itu dikuasai oleh beberapa warga dengan pekerjaan sebagai nelayan Pulau Sebaru dikenal warga dengan dua pulau berbeda. Pulau Sebaru kecil berada di wilayah Kelurahan Pulau Kelapa. Kemudian Pulau Sebaru Besar berada di wilayah Pulau Harapan.

Luas dua pulau pun berbeda. Pulau Sebaru Kecil seluas 16,60 hektare. Sementara Pulau Sebaru Besar seluar 6,38 hektare.

Posisi kedua pulau ini saling berdampingan. Berada di lingkaran pulau-pulau tak berpenghuni di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Beberapa pulau terdekat diantaranya Pulau Lipan, Pulau Bunder, Pulau Nyamplong, Pulau Kapas, Pulau Pantara Timur dan Pulau Pantara Barat.

Dalam lingkaran pulau itu, hanya Pulau Pantara Timur yang memiliki fasilitas lengkap sebagai pulau wisata privat. Jaraknya hanya 10 menit perjalanan dengan kapal cepat menuju Pulau Sebaru. Pulau Pantara juga memiliki fasilitas landasan helikopter atau helipad.

Dalam perkembangannya, Pulau Sebaru Kecil seluas 16,60 hektare pun dibeli seorang pengusaha Indonesia. Pemilik Pulau Sebaru Kecil juga merupakan pemilik Pulau Pantara Timur.

"Sekitar tahun 2002, saya jadi karyawan di Pulau Pantara. Salah satu pekerjaan saya mengantar logistik makanan untuk seorang penjaga Pulau Serabu kecil," tutur warga, Epi kepada Antara.

Dia mengatakan tidak mengetahui kapan fasilitas bangunan di Pulau Sebaru Kecil dibangun. Saar dia keluar dari pekerjaan dua tahun kemudian, belum ada bangunan apa-apa di pulau tersebut.

Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) mencatat perairan di Pulau Sebaru merupakan zona pemanfaatan wisata taman nasional atau bagian kawasan taman nasional yang dijadikan sebagai pusat rekreasi dan kunjungan wisata.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian menyampaikan personel telah siap menyambut kedatangan 188 Warga Negara Indonesia (WNI) di Pulau Sebaru Kecil.

Sebanyak 188 merupakan Kapal Pesiar World Dream. Mereka akan melewati masa karantina setelah lantaran ditemukan penumpang yang positif terkena virus corona di kapal tersebut.

"KRI Banda Aceh yang kami berangkatkan dr Kolinlamil sudah sampai di Pulau Sebaru baik manusianya maupun logistik sudah disiapkan di tempat itu, dan sekarang lagi berproses," kata Rustian di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (26/2).

Rustian menyebut sebanyak 762 personel terdiri dari tenaga kesehatan, tim pendukung, tim pengamanan sudah bersiaga menunggu 188 ABK yang diperkirakan tiba pada Kamis sore.

Dia menjelaskan, 188 ABK bakal menempati bekas Gedung rehabilitasi, yang telah disulap menjadi ruang observasi. Menurut dia, fasilitas pun jauh lebih bagus bandingkan dengan observasi di Natuna.

"Pulau Sebaru ini adalah rumah. Jadi ada kamar-kamarmya bagus, fasilitasnya sudah lengkap. Diestimasikan dapat menampung 200 orang," ucap dia.

Reporter: Muhammad Genantan dan Yopi Makdori (mdk/noe)

Baca juga:
Soal Nasib Jemaah Umrah, Pengusaha Tunggu Surat Resmi Pemerintah Arab Saudi
Kemenhub: Penerbangan Umrah Saat Ini Masih Normal
Pemerintah Negosiasi dengan Arab Saudi agar WNI Tak Dilarang Umrah
Dunia Darurat Virus Corona, Konser 6 Artis Mancanegara Ini Ditunda
Pakistan Dilaporkan Punya Obat Efektif Tangani Corona
Arab Saudi Hentikan Sementara Umrah, Biro Perjalanan di Solo Resah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami