Puluhan Atlet Disabilitas dan Pelatih NPC Dapat Penghargaan

Puluhan Atlet Disabilitas dan Pelatih NPC Dapat Penghargaan
PERISTIWA | 24 September 2020 01:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Puluhan atlet disabilitas National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia menerima penghargaan dari pemerintah. Mereka terdiri dari 27 atlet berprestasi dan 18 pelatih berprestasi, 1 orang tenaga keolahragaan serta 1 orang mantan atlet.

"Ada satu lagi penghargaan paling istimewa diterima atlet tenis meja, David Jacobs yang mendapatkan penghargaan Satya Lencana Dharma Olahraga dari Presiden. Karena prestasinya menyumbangkan medali perunggu pada paralimpiade London," ujar Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdiyanto kepada wartawan di Kantor NPC Indonesia, Solo, Rabu (23/9).

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada mantan jaksa agung yang menjadi penggerak olahraga disabilitas serta menjadi Chef de Mission (CdM) Asean Paragames Jakarta, Amirsyah. NPC mengapresiasi penghargaan tersebut.

"Kita mengapresiasi pada jaksa yang menjadi Chef de Mission (CdM) Asean Paragames Jakarta, bapak Amirsyah. Selama ini belum pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah sebanyak ini. Jarang sekali penghargaan yang diterima insan olahraga disabilitas," tuturnya.

"Jadi Menpora saat ini terbukti mensejajarkan insan olahraga disabilitas sejajar dengan insan olahraga nondisabilitas. Karena kita juga sama dengan mereka, bisa mengibarkan bendera Merah Putih di negara lain," jelasnya lagi.

Penghargaan tersebut, lanjut dia, secara simbolis diberikan saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September lalu di Cibubur. Tetapi secara khusus pemberian penghargaan ke insan olahraga disabilitas NPC baru diberikan oleh tim kemitraan dan penghargaan olahraga Kemenpora pada Jumat (18/9) lalu di Solo. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami