Puluhan Hotel dan Restoran di Garut Kibarkan Bendera Putih 'Emoticon' Menangis

Puluhan Hotel dan Restoran di Garut Kibarkan Bendera Putih 'Emoticon' Menangis
Hotel kibarkan bendera putih emoticon menangis. ©2021 Merdeka.com/M Iqbal
NEWS | 20 Juli 2021 17:42 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Puluhan hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Garut, mengibarkan bendera putih dengan gambar emoticon menangis. Hal tersebut dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan karena usaha hotel dan restoran yang masih tidak pasti di masa pandemi Covid-19.

Ketua PHRI Garut, Deden Rohim mengungkapkan bahwa para pengusaha hotel dan restoran di Garut yang mengibarkan bendera putih itu setidaknya berjumlah 30. "Pengibaran ini adalah refleksi, ungkapan hati kita yang menangis. Kondisi kita di tempat usaha sendiri seperti orang yang sudah meninggal," ungkapnya, Selasa (20/7).

Deden menyebut bahwa para pengusaha sudah berusaha bertahan maksimal selama pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun. Dalam kurun waktu itu, mereka terus menghadapi kondisi yang tidak menentu karena kondisi tersebut.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, menurutnya menjadi puncak dampak bagi para pengusaha hotel dan restoran. Kondisi itu diperparah dengan belum adanya solusi terbaik dari pemerintah kepada mereka.

"Kudu kumaha urang ieu (harus bagaimana kita ini), mana solusi-nya. Makanya saya pasang bendera itu. Itu tandanya kita nangis," katanya.

Lebih jauh Deden menyebut bahwa ia bersama seluruh anggota PHRI Garut merintih dengan kebijakan pemerintah daerah. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya keringanan apapun yang diberikan kepada para pengusaha hotel dan restoran.

Di antara kebijakan tersebut, adalah pajak yang harus tetap dibayar namun tempat usaha mereka harus tutup. Dengan kebijakan itu, menurutnya hal tersebut tidak sanggup dilakukan karena tidak adanya pemasukan dari usahanya.

hotel kibarkan bendera putih emoticon menangis
©2021 Merdeka.com/M Iqbal

Dengan kondisi seperti ini, Deden berharap agar pemerintah memberikan kompensasi kepada para pelaku usaha. Kompensasi tersebut menurutnya bisa dilakukan dengan meringankan pajak kepada mereka.

"Kita sudah melakukan banyak hal menuruti aturan-aturan yang diterapkan pemerintah, tapi pemerintah daerah kepada para pelaku usaha terkesan dibiarkan. Jika PPKM ini diperpanjang misalnya, ya saya akan serahkan seluruh karyawan, silakan minta ke negara untuk mereka bisa makan karena sudah tidak mampu bayar," ungkapnya.

Selain itu juga, Deden memiliki harapan agar pihaknya diikutsertakan dalam membuat kebijakan terkait langkah pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. "Supaya kita ini bisa mengatur kira-kiranya strategi apa supaya kami ini tetap bisa berjalan," tutup Deden. (mdk/bal)

Baca juga:
Okupansi Hotel di Jakarta Hanya 10 Persen selama PPKM Darurat
Polres Jakut Bagi-Bagi Paket Nasi Rendang untuk Warga Isoman saat Iduladha
Presiden Jokowi Disarankan Pimpin Langsung Pelaksanaan PPKM Darurat Jika Diperpanjang
Setneg Tegaskan 2 Menteri Melawat ke Luar Negeri Sudah Dapat Izin Presiden
Kapolres Jakbar Klaim Angka Kriminalitas Turun Sejak PPKM Darurat
Polisi Tunggu Keputusan PPKM Darurat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami