Puluhan Korban Kecelakaan Bus Rombongan Guru TK Dirawat di RSUD Blitar

PERISTIWA | 8 Desember 2019 01:02 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menyebut lima penumpang bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, meninggal dunia. Sedangkan 24 korban mendapat perawatan.

"Total yang dibawa ke RS di Wlingi (RSUD Ngudi Waluyo Blitar) ada 29 penumpang. Sedangkan, yang meninggal dunia ada lima," kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar Endah Woro saat dikonfirmasi, Sabtu (7/12).

Pihak rumah sakit masih melakukan observasi para korban terutama yang selamat. Ada 24 yang mendapatkan perawatan medis. Dari jumlah 24 korban tersebut, dua orang mengalami luka berat.

"Yang luka berat ada dua, lainnya luka sedang. Lukanya di anggota tubuh, misalnya kepala dan lainnya. Untuk saat ini, kami observasi dan masih di ruang IGD. Jika hasilnya (observasi) memungkinkan untuk dioperasi, kami siapkan semua," kata dia.

Ia menambahkan, para korban datang sekitar jam 09.30 WIB. Mereka untuk sementara waktu ditangani di ruang IGD sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil observasi tersebut.

Untuk biaya, ia menegaskan semuanya sudah ditangani Jasa Raharja. Pihaknya berkomunikasi dengan polisi dan Jasa Raharja, sehingga para keluarga juga tidak diberatkan dengan biaya perawatan.

Sementara itu, dari lima orang yang meninggal dunia itu, empat di antaranya warga Tulungagung, yakni Siti Fatimah (50) warga Kecamatan Gondang, Anita (46) dan Naksabandi (58) warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, lalu Kasihatin kepala sekolah TK Perwari. Sedangkan, seorang korban lagi adalah Ridwan (75) warga Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Kecelakaan bus pariwisata yang mengangkut rombongan guru TK asal Kabupaten Tulungagung itu kecelakaan di jembatan Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Informasinya, guru pengawas dan kepala sekolah taman kanak-kanak asal Kabupaten Tulungagung itu rencananya akan menghabiskan akhir pekan ke Pasuruan. Bus terperosok di jalan raya Kesamben tepatnya sebelah timur SPBU Kesamben. Lokasi kecelakaan juga dekat dengan jembatan di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Kejadian berawal saat bus Fabian Anugrah Trans dengan nomor polisi AG 7555 UR melaju dari arah barat, dan tepat di atas jembatan menghindari truk tronton yang sedang berhenti karena mogok. Bus lalu menghindar ke kanan dan menabrak satu sepeda motor dari arah timur dan selanjutnya bus terjun ke sungai. (mdk/cob)

Baca juga:
Bus yang Terjun ke Sungai sedang Antar Rombongan Guru TK Menuju Kebun Kurma
Bus Pariwisata Terjun ke Sungai Akibat Hindari Truk Mogok di Blitar, 5 Orang Tewas
Pengelola Sebut Sopir dan Pramugara Trans Jogja Sempat Beri Keterangan Palsu
Tabrak Pemotor hingga Tewas, Sopir dan Pramugara Trans Jogja Dipecat
Sopir Bus Kramat Djati Ditetapkan Tersangka Kecelakaan Tol Surabaya-Mojokerto

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.