Puluhan Pendaki Masih Terjebak di Gunung Slamet

PERISTIWA » MALANG | 9 Agustus 2019 17:14 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur menutup seluruh jalur pendakian yang masuk ke dalam wilayahnya, menyusul meningkatnya status Gunung Slamet dari Normal (Level I) jadi Waspada atau Level II.

Perhutani telah memberitahukan kepada para pengelola pendakian agar menutup seluruh jalur sejak pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, Perhutani memperoleh informasi bahwa Status Gunung Slamet naik jadi Waspada sekitar pukul 09.00 WIB.

Pemberitahuan itu telah dikirimkan secara resmi melalui saluran komunikasi. Adapun secara administratif, pemberitahuan itu sedang dibuat dan segera dikirimkan ke para pihak terkait, seperti bupati, BPBD, SAR, Dinas Pariwisata, dan pengelola basecamp.

Tiga jalur pendakian Gunung Slamet yang ditutup meliputi Jalur Pendakian Bambangan dan Gunung Malang, Purbalingga serta jalur pendakian Baturraden, Banyumas.

"Surat resmi sedang kita proses di kantor. Nunggu profiling surat elektronik dari administratur dari KPH Banyumas Timur. Kemudian di lapangan sejak pukul 11.00 WIB sudah kita setop untuk tiga jalur pendakian yang resmi," kata Manajer Bisnis KPH Banyumas Timur, Sugito, Jumat (9/8).

Perhutani juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk pemberitahuan ada pelarangan aktivitas dua kilometer dari puncak. Di antaranya dengan bupati yang akan meneruskannya kepada masyarakat.

Sugito menerangkan, sebanyak 80 pendaki masih berada di Gunung Slamet. Data pos pendakian, 69 orang mendaki dari Pos Bambangan, Purbalingga, tiga orang pendaki dari Pos Gunung Tengah, Purbalingga, dan delapan pendaki dari Pos Pendakian Baturraden.

"Kalau yang mendaki dari KPH Pekalongan belum terhitung," ucapnya.

KPH Banyumas Timur juga sudah berkoordinasi dengan BPBD dan SAR untuk menjemput pendaki yang naik Gunung Slamet sejak Rabu (7/8) dan masih berada di Gunung Slamet.

"Tadi jam dua siang yang di Bambangan sudah turun, tiga orang. Kita sudah memberangkatkan penjemputan," dia mengklaim.

Pegelola Basecamp Bambangan, Kabupaten Purbalingga bersama tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) menjemput pendaki yang masih ada di Gunung Slamet.

Pengelola Basecamp Bambangan, Slamet Ardiansyah mengatakan penjemputan diberangkatkan sekitar pukul 14.00 WIB. Pemberitahuan lewat pesan singkat atau dengan pesan WhatsApp juga telah dikirimkan kepada pendaki.

Namun diperkirakan hanya pendaki yang berada di wilayah bersinyal yang bisa menerima pemberitahuan tersebut. Karenanya pengelola dan SAR menjemput pendaki yang masih berada di Gunung Slamet.

"Untuk pendaki, itu masih ada di atas. Kalau yang sudah dari Basecamp Bambangan, sudah disetop. Terus yang sudah di atas ada penjemputan atau pemberitahuan kepada para pendaki untuk istilahnya tidak melanjutkan pendakian," kata Slamet.

Sekitar 30 pendaki yang naik dari Basecamp Bambangan kini masih berada di puncak. Dan itu, hanya para pendaki yang mendaki dari Basecamp Bambangan dan belum terhitung yang mendaki dari jalur lainnya.

"Untuk pendaki, itu masih ada di atas. Kalau yang sudah dari Basecamp Bambangan, sudah disetop. Terus yang sudah di atas ada penjemputan atau pemberitahuan kepada para pendaki untuk istilahnya tidak melanjutkan pendakian," ungkapnya.

Dia mengemukakan, hasil koordinasi dengan basecamp lainnya, selain dari basecamp Bambangan juga ada pendaki lain yang naik dari jalur lain, seperti Gunung Tengah, Purbalingga dan Baturraden, Banyumas.

Baca juga:
Gunung Slamet Berstatus Waspada, Zona Bahaya 2 Km dari Puncak
Pelesir ke Desa Karangsalam di Lereng Gunung Slamet
Usai Geger Serangan Babi Hutan, Satu Warga di Lereng Gunung Slamet Hilang
Kuda Pustaka, Derap Literasi di Lereng Gunung Slamet
Hilang Sebulan, Pendaki Gunung Slamet Asal Tegal Ditemukan Tinggal Tulang

(mdk/cob)