Puluhan Siswa SD di Eks Lokalisasi Kremil Basuh Kaki Orang Tua Jelang Ujian Nasional

PERISTIWA | 15 April 2019 14:04 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - 64 siswa SD Bina Karya yang hendak melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), meminta restu pada orang tua mereka. Para siswa tersebut menggelar ritual membasuh kaki kedua orang tuanya.

Ritual unik jelang ujian nasional ini dilakukan para siswa SD Bina Karya yang terletak di Jalan Tambak Asri 150B, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Senin (15/4) pagi. Mereka melakukan ritual tersebut, jelang USBN yang digelar pada Senin-Rabu, pekan depan.

Kepala SD Bina Karya, Sudarwati mengatakan, ritual ini dipercaya akan memberi dukungan moral dan wujud dari meminta doa restu orang tua. Sebelum ritual basuh kaki sang ayah atau ibu, para siswa dan jajaran guru setempat juga melaksanakan Istighosah dan doa bersama.

"Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak akan siap mental. Dan doa orang tua itu sangat diperlukan untuk kesuksesan anaknya, termasuk dalam menempuh pendidikan," kata Sudarwati, Senin (15/4).

Ia pun berharap agar semua muridnya lulus dengan bagus, sebagaimana hasil USBN tahun lalu yang lulus 100 persen. Sehingga, mereka nanti bisa masuk ke sekolah negeri favorit yang diimpikan, tambahnya.

Tak hanya membasuh kaki, namun para siswa juga memijit kaki orangtua mereka masing-masing sembari mengeringkan kaki usai dibasuh.

"Ini sebagai simbol bentuk terima kasih serta pengabdian seorang anak pada orangtuanya," terangnya.

Untuk diketahui, SD Bina Karya sendiri berlokasi di tengah-tengah kawasan eks lokalisasi Tambak Asri yang lebih dikenal dengan nama Kremil. Lokalisasi ini, sudah ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya sejak 2013 lalu.

Baca juga:
Ormas Islam Protes Soal UN SMP di Garut
3 Napi Anak Ikuti USBN Paket C di LPKA Medan
Dapat Catatan Dari Ombudsman, Ridwan Kamil Ngaku Tak Ada Niat Langgar Aturan
Komputer Terserang Virus, 331 Pelajar di Medan Terpaksa UNBK Susulan
Masuk Kelas Saat Tinjau Ujian Nasional, Ridwan Kamil Langgar Aturan
Semangat Siswa Ikuti UNBK Meski Tak Jadi Penentu Kelulusan
Ditegur Ombudsman, Ridwan Kamil Mengaku Diizinkan Pengawas Masuk Ruang UN

(mdk/gil)