Pungli, 3 Pegawai BPKD Pematang Siantar Kena OTT

PERISTIWA | 11 Juli 2019 22:41 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematang Siantar, Sumut, Kamis (11/7). Tiga orang diamankan karena diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan adanya OTT itu. Tiga orang yang diamankan masing-masing TMDL, yang merupakan tenaga harian lepas BPKD Kota Pematang Siantar, LN, staf Bidang Pendapatan 2 BPKD Pematang Siantar dan EZ, Bendahara Pengeluaran BPKD Pematang Siantar.

Ketiganya diamankan tim dari Unit 4 Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut yang melakukan OTT di kantor BPKD Pematang Siantar, Jalan Merdeka, Pematang Siantar. Operasi itu berlangsung sejak sekitar pukul 16.30 Wib.

Tatan menyatakan, OTT ini didasarkan pada Laporan Informasi Nomor R/246/VII/2019 tanggal 10 Juli 2019, yang dilanjutkan dengan penyelidikan. Laporan itu menyebut ada pungli berupa pemotongan intensif pemungutan pajak daerah pegawai BPKD Pematang Siantar sebesar 15 persen. Pungutan itu dari uang yang diterima pegawai BPKD Triwulan II Tahun 2019.

"Dari OTT yang kita lakukan, tim mengamankan uang tunai senilai Rp186 juta. Selain barang bukti uang, kita juga mengamankan 16 orang yang masih berstatus saksi," sebut Tatan.

Dia menambahkan saat ini tiga terduga pelaku berikut barang bukti dan saksi diboyong ke Mapolda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga:
Muncul Petisi Dukungan untuk Guru Honorer Rumini yang Dipecat Karena Bongkar Pungli
Wali Kota Tangsel Bantah Perintahkan Penyelesaian Kekeluargaan Guru Honorer Dipecat
Kasus Pungli SDN 02, Guru Honorer Rumini Sebut Investigasi Pemkot Tangsel Tidak Fair
Guru Honorer di Tangsel Laporkan Dugaan Pungli SDN 02 ke Polisi
LPSK Akan Beri Perlindungan Guru Honorer di Tangsel yang Ungkap Pungli
Guru Honorer di Tangsel Tak Akan Menyerah Bongkar Dugaan Pungli di Sekolah

(mdk/eko)