Pura-pura minta dipijat, pelatih atlet SKOI Kaltim diduga cabuli siswinya

Pura-pura minta dipijat, pelatih atlet SKOI Kaltim diduga cabuli siswinya
Tersangka pencabulan siswi SKOI Kaltim. ©2018 Merdeka.com/Nur Aditya
PERISTIWA | 28 Februari 2018 00:03 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Asep Gunaepi (35), pelatih atlet Tarung Drajat di sekolah khusus olahraga internasional (SKOI) Kalimantan Timur di Samarinda, dijebloskan ke penjara. Dia diduga dua kali mencabuli siswinya inisial Rs (17), dengan modus meminta pijat.

Asep ditangkap petugas Satreskrim Polresta Samarinda, Senin (26/2) kemarin, di kawasan SKOI Kaltim di Palaran, Samarinda, setelah dilaporkan pada 6 Januari lalu. Dugaan pencabulan itu sendiri, terjadi 28 Januari 2018 silam.

"Hari ini yang bersangkutan resmi kita tahan," kata Wakil Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Ida Bagus Kade, ditemui merdeka.com, Selasa (27/2).

Diterangkan Bagus Kade, dalam laporannya, korban mengaku dicabuli di sekitar GOR Bulu Tangkis, kompleks GOR Stadion Utama Palaran. Baik diciumi maupun diminta melakukan oral seks.

"Modusnya, pelaku ini meminta korban untuk memijatnya. Jilbab dan pakaian korban dibuka paksa, dan celana training korban robek," ujar Bagus Kade.

Diduga kuat, pelaku juga sebelumnya telah melakukan perbuatan yang sama, saat mengikuti kejuaraan tarung drajat Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Semarang, Jawa Tengah. "Bahkan tepergok sesama rekan atlet di SKOI. Dugaan itu masih kami dalami," jelas Bagus.

Namun saat diinterogasi petugas, Asep tidak mengakui perbuatannya. "Tidak masalah. Karena keterangan saksi dan barang bukti celana robek, sudah cukup. Sebelumnya juga, korban ini sering terlihat teman-temannya berduaan di areal GOR Palaran," tambah Bagus.

"Pelaku kita jerat pasal 81 dan 82 Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ya, pelaku kita tahan," tegasnya.

Sementara Asep, tetap membantah telah berbuat cabul. Dia juga mengaku tidak tahu menahu, soal celana training siswinya yang robek. Kendati demikian, dia memang sempat meminta pijat siswinya.

"Soal itu (mencabuli korban) saya membantah. Kalau pijat iya benar. Saya cuma merangkul, cuma menggandengnya," kilah Asep, peraih medali emas cabor Tarung Drajat kontingen Kaltim, di PON XVII 2008 yang juga digelar di Kalimantan Timur itu. (mdk/lia)


Cabuli anak murid, guru SD di Jakarta Barat ditangkap
Polisi selidiki maksud perekam videokan aksi cabul guru bimbel Yongki
Cabuli anak didiknya di tempat les, Yongki ditangkap polisi
Kepala sekolah cabul di Jembrana terancam kurungan penjara 15 tahun
Jalani rekonstruksi, begini kepala SD di Jembrana lecehkan siswi di kelas
Siswi SD korban pelecehan kepala sekolah di Jembrana diperiksa polisi
Kepala sekolah di Jembrana lecehkan 3 siswinya saat piket di sekolah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami