Puskesmas rusak, korban gempa NTB dirawat di tenda pengungsian
PERISTIWA | 29 Juli 2018 12:32 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendirikan tenda pengungsian untuk menampung korban gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Lombok. Saat ini, sebagian korban luka dirawat sementara di tenda tersebut.

"Tenda sudah berdiri dan dimanfaatkan untuk menampung sementara korban luka karena bangunan Puskesmas rusak akibat gempa," kata kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (29/7).

Tenda pengungsian didirikan di desa Sembalun, kecamatan Sembalun, kabupaten Lombok Timur karena Puskesmas setempat mengalami kerusakan akibat gempa.

Selain mendirikan tenda, Tagana juga sudah membagikan nasi bungkus untuk makan siang para korban dan relawan.

Kementerian Sosial menurunkan 60 personel Tagana dan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) serta logistik ke lokasi gempa.

Bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji, dan lainnya dikirimkan bertahap.

Hingga Minggu siang, tercatat 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka-luka dan sedikitnya 300 rumah rusak.

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa Minggu (29/7) dengan kekuatan 6,4 SR.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.47 WIB tersebut terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 KM.

Baca juga:
WN Malaysia yang tewas akibat gempa NTB sedang berlibur di Gunung Rinjani
Korban tewas gempa NTB bertambah jadi 5 orang
Gempa 6,4 SR di NTB, 10 tewas dan 40 luka-luka
Satu korban tewas gempa NTB adalah WN Malaysia
Gempa susulan di Lombok Timur, 3 tewas dan 12 luka-luka

(mdk/rzk)