Putus Mata Rantai Corona, Risma Sebar 7.223 Rapid Test di Surabaya

Putus Mata Rantai Corona, Risma Sebar 7.223 Rapid Test di Surabaya
PERISTIWA | 13 Mei 2020 22:15 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Untuk memutus mata rantai persebaran virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menebar rapid test secara massal di sejumlah wilayah Kota Pahlawan. Terhitung sejak April hingga 12 Mei ini, sudah sebanyak 7.223 alat rapid test yang digunakan untuk warga di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dari angka 7.223 tersebut, rapid test sudah digelar untuk orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 4.585 orang. Hasilnya, 650 orang diantaranya dinyatakan reaktif dan 3.935 negatif. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 641 terdiri dari 51 orang yang reaktif dan 590 negatif.

"Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya 160 pasien yang didalamnya terdapat 41 pasien reaktif dan 119 negatif," katanya, Rabu (13/5).

Ia menambahkan, untuk tenaga kesehatan (nakes) berjumlah 1.837 orang. Dari angka tersebut, 46 diantaranya reaktif dan 1.791 diantaranya dinyatakan negatif. Hingga hari ini, Risma menyebut, sedikitnya ada tujuh daerah yang dilakukan rapid test untuk warga terdampak. Yakni Sawah Pulo, Kebon Dalam Tengah, Dupak Timur 4, Gresik PPI Pasar, Tenggilis Utara 2, Gubeng Masjid 1 dan terakhir Wonorejo Rungkut.

"Masing-masing wilayah koordinasinya dengan Puskesmas. Kalau kemarin itu Rungkut Kidul dan Manukan Kulon Mukti. Kemudian Gresik PPI Pasar sebagian sekarang ada yang kemarin," katanya.

Dalam menentukan kawasan yang di rapid test, Risma mengaku, tidak serta merta begitu saja. Sebelum dilakukan rapid test, ia memastikan melihat data terlebih dahulu. Pasalnya jika terdapat daerah dengan jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 cukup banyak maka di situ akan dilakukan rapid test serentak.

"Jadi setelah saya lihat data, yang banyak dimana? oke di situ dilakukan rapid test," jelasnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa lokasi yang menurut data tidak terlalu banyak masyarakat yang terkena pandemi ini. Seperti misalnya di daerah Wonokusumo, dari 100 rapid test tidak ditemukan satu pun yang reaktif. "Semua negatif. Artinya yang utama adalah tempat yang kasusnya besar," ungkapnya.

Menurut dia, meski hasil rapid test ini terbilang tinggi, namun belum tentu hasil swabnya juga demikian. Berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu, ada beberapa kasus yang rapidnya reaktif.

"Tapi saat dilakukan tes swab hasilnya negatif bahkan swab dua kali hasilnya negatif," paparnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Update Covid-19 di Jakarta: 3.671 Orang Positif Covid-19 Setelah Lakukan Rapid Test
Punya Ribuan Alat, Sultan HB X Minta Kabupaten Maksimalkan Rapid Test
1.442 Warga Sleman Masuk Klaster Indogrosir Jalani Rapid Test
CEK FAKTA: Hoaks Alat Rapid Tes Sengaja Memasukkan Virus Corona ke Tubuh Masyarakat
Rapid Tes Sejumlah Napi Reaktif, Dirjen PAS Tunggu Hasil Swab Terkait Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami