Quraish Shihab: Orang yang Mencintai Tuhan Tidak akan Cepat Marah

PERISTIWA | 18 September 2019 14:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ulama Quraish Shihab, menyebut tiga hal tentang agama yang bisa membuat persaudaraan antar anak bangsa terganggu. Salah satunya emosi keagamaan. Menurutnya, hal itu berbahaya lantaran bisa membuat orang beragama menerobos ajaran agamanya sendiri.

Hal itu ia sampaikan dalam Forum Titik Temu: Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan yang dihadiri Presiden Joko Widodo di DoubleTree Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/8).

"Emosi keagamaan yang meluap-luap. Emosi keagamaan yang melampaui batas tidak jarang mengundang yang berpengetahuan agama pun menjadi tidak adil, bersikap bagaikan bertentangan dengan ajaran agama," kata Quraish.

Menurut Quraish, emosi keagamaan semestinya diubah menjadi cinta keagamaan. Sehingga, tiap orang beragama tidak mudah marah. Ajaran itu, kata dia, merupakan inti ajaran semua agama.

"Orang yang mencintai Tuhan tidak akan cepat marah. Orang yang mencintai Tuhan bahkan tidak marah melihat kemungkaran di depan matanya karena ia memandang ada rahasia Tuhan di balik itu," ucap Quraish.

Dua hal lain yang disoroti Quraish ialah ketidakadilan dalam peradaban dan kesalahpahaman terhadap ajaran agama. Dia menceritakan bercerita tentang sisa makanan di Eropa dan Amerika Selatan setiap tahun. Padahal jika makanan itu dikelola, bisa disalurkan untuk 200 juta orang.

Kemudian, soal memperingatkan soal bahaya kesalahpahaman tentang ajaran agama. Menurutnya, tidak salah bila membantu orang lain yang berbeda agama. Maka, pendidikan adalah kunci guna memerangi ancaman terhadap persaudaraan tersebut.

"Kesalahpahaman terhadap ajaran agama menjadikan orang enggan membantu orang yang berbeda. Bahkan orang enggan menyampaikan basa-basi. Padahal memberi bantuan apapun tidak terlarang oleh agama-agama untuk diberikan yang tidak seagama," ucap dia.

Dalam acara itu, hadir pula sejumlah tokoh seperti Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Try Sutrisno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Baca juga:
Kardinal Ignatius Suharyo: Paus Ingin Menampilkan Wajah Harmoni Indonesia
Harmoni Antar Umat Beragama di Kaki Gunung Lawu
Imam Besar Ghana Hadiri Misa di Gereja Demi Perdamaian Antaragama
Kebersamaan Komunitas Muslim Tionghoa Indonesia Sajikan Menu Berbuka Puasa
Gubernur Lemhanas: Toleransi di Indonesia Alami Kemunduran
Toleransi Beragama di Kampung Eks Tapol PKI

(mdk/bal)