Raffi Ahmad Digugat Buntut Langgar Prokes Usai Divaksinasi, Ini Kata PN Depok

Raffi Ahmad Digugat Buntut Langgar Prokes Usai Divaksinasi, Ini Kata PN Depok
Raffi Ahmad Divaksin. ©2021 Merdeka.com/Instagram RaffiNagita1717
PERISTIWA | 15 Januari 2021 14:27 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Aksi Raffi Ahmad yang menghadiri sebuah pesta berbuntut panjang. Ia digugat ke PN Depok lantaran abai protokol kesehatan setelah menjadi orang yang menerima jatah pertama vaksinasi Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat dikonfirmasi, Humas PN Depok Nanang Herjunanto mengaku belum menerima gugatan yang dimaksud hingga siang ini. Pihaknya pun akan segera melakukan pengecekan atas gugatan tersebut.

"Saya sudah konfirmasi, sampai sekarang belum masuk register di PN Depok. Saat ini lho ya, nanti sore bisa lain lagi," katanya, Jumat (15/1).

Sebelumnya, advokat Publik David Tobing melayangkan gugatan terhadap Raffi Ahmad digugat ke Pengadilan Negeri Depok. Gugatan dilayangkan atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan pasca suami Nagita Slavina itu divaksin.

David melayangkan gugatan ke PN Depok secara online dengan nomor registrasi online PN DPK-012021GV1 melalui kuasa hukumnya Richan Simanjuntak SH dan Winner Pasaribu. David menyebut dirinya menggugat dalam kapasitas sebagai seorang Advokat yang wajib menegakkan hukum dan sebagai warga negara yang peduli akan penanggulangan covid-19 dan mendukung Program Vaksinasi yang dilakukan Pemerintah.

David juga menyebut sebagai orang yang mendapatkan kesempatan spesial untuk mengikuti vaksinasi perdana Covid-19, Raffi seharusnya menjadi teladan. Karena pemerintah memilih Raffi dengan harapan dia menjadi figur yang dapat dicontoh oleh masyarakat dalam mengikuti vaksinasi maupun dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ternyata beberapa jam setelah vaksinasi, Raffi terdokumentasi sedang menghadiri sebuah pesta tanpa menggunakan masker dan tanpa menjaga jarak di kerumunan," kata David secara tertulis, Jumat (15/1).

Menurutnya, Raffi tidak menghargai atas kepercayaan pemerintah telah memilihnya sebagai perwakilan milenial dan influencer. Bahkan Raffi dianggap tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

"Sangat disayangkan seorang tokoh publik dan influencer terkemuka yang sudah diberi kepercayaan oleh negara tapi tidak menghargainya, tidak memberi contoh yang baik untuk masyarakat yang melihat gerak geriknya. Apalagi Gubernur sudah memberlakukan pengetatan protokol kesehatan sejak 11 Januari kemarin sampai 25 Januari nanti," tegasnya.

Apa yang sudah dilakukan Raffi kata David dapat berdampak signifikan. Mengingat Raffi punya banyak pengikut, punya banyak fans. "Nanti dianggap habis vaksin boleh bebas tanpa protokol seenaknya. Seharusnya tindakan Raffi memberikan dampak positif bukan negatif seperti ini," ucapnya.

Gugatan yang dikenakan kepada Raffi adalah gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), akibat dianggap melanggar aturan terkait protokol kesehatan seperti Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019, dan Undang-Undang No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Selain melanggar aturan, tindakan Raffi juga sudah melanggar norma Kepatutan dan prinsip kehati hatian yang membuktikan bahwa Raffi tidak melaksanakan kewajiban hukumnya sebagai tokoh publik dan influencer untuk menyosialisasikan program vaksinasi dan protokol kesehatan," katanya.

Dia menuturkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Raffi Ahmad telah menimbulkan kerugian immateril sehingga dalam petitum gugatannya, David meminta agar Majelis Hakim menghukum Raffi Ahmad untuk tidak keluar rumah selama 30 hari sejak menerima vaksinasi kedua. Kemudian menyampaikan permohonan maaf dan komitmen untuk terus menerus mensosialisasikan serta menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada masyarakat. David yang juga Ketua Komunitas Konsumen Indonesia meminta Pemerintah untuk lebih selektif dalam memilih influencer dan memberikan pengarahan serta tugas-tugas yang jelas kepada pihak pihak yang ditunjuk untuk mensosialisasikan program vaksinasi dan protokol kesehatan.

"Untuk saat ini sebenarnya Raffi bisa mengundurkan diri sebagai influencer program vaksinasi atau Pemerintah memberhentikannya," tambahnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Buntut Langgar Protokol Kesehatan Usai Divaksinasi, Raffi Ahmad Digugat ke PN Depok
Satpol PP DKI Tunggu Proses Kepolisian Soal Kerumunan Raffi Ahmad saat Pesta
Pimpinan DPR Kritik Raffi Ahmad Abai Prokes Usai Vaksinasi: Sangat Tidak Terpuji
Tak Hanya Raffi Ahmad, Ini Deretan Publik Figur yang Dapat Jatah Vaksin Duluan
Buntut Raffi Ahmad 'Party' Usai Divaksinasi, Polisi Sampai Turun Tangan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami