Rakit dan Jual Senjata Api Jenis Pulpen, Warga Maros Ditangkap Polisi

PERISTIWA » MAKASSAR | 26 Januari 2020 03:04 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Polisi menangkap M Naba (37), warga Dusun Bonto Ramba, Desa Abbulo Sibatang, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Dia diciduk anggota Resmob Polda Sulsel setelah ada laporan dari warga bahwa merakit senjata jenis pulpen.

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas mengatakan, pelaku Naba merakit senjata api jenis pulpen atau 'pen gun' diduga untuk melakukan tindak kejahatan sekaligus memperjualbelikan kepada orang-orang tertentu.

Selain senjata rakitan jenis 'pen gun', polisi juga menyita sejumlah amunisi aktif kaliber 22 milimeter (mm). Tersangka dijerat Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.

"Untuk sementara ini pelaku kita jerat dengan undang-undang darurat karena memiliki dan menguasai senjata api ilegal. Ancaman hukumannya itu 20 tahun penjara," kata Adnas, di Makassar, Sabtu (25/1).

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya produksi senjata api rakitan jenis pulpen dan diperjualbelikan secara ilegal oleh pelaku kepada sejumlah warga.

"Saat ini anggota sedang mendalami dugaan penjualan secara ilegal senjata api rakitan ini. Kalau sudah beredar, ini bisa berbahaya," ujar dia. Seperti diberitakan Antara.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Indra Jaya mengatakan pemilik 'pen gun' diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat agar melaporkan jika mendapat informasi tentang keberadaan senjata api rakitan atau ilegal karena hal ini berpengaruh terhadap peningkatan angka kejahatan dan situasi yang tidak stabil di suatu daerah," katanya.

Menurut dia, senjata api rakitan atau ilegal ini banyak digunakan oleh kelompok separatis, kelompok kejahatan yang terorganisasi, dan pelaku kriminal lainnya.

"Keberadaan senjata ini cukup berbahaya jika berada di lingkungan masyarakat secara ilegal karena akan bisa digunakan secara tidak bertanggung jawab. Kita berharap kondisi kamtibmas dapat selalu terjaga," katanya.

Oleh karena itu, Polri ingatkan kepada siapapun yang memproduksi, mendistribusikan, menjual, membeli, menyimpan atau mengetahui adanya senjata api rakitan atau ilegal akan diproses hukum. (mdk/gil)

Baca juga:
Dituduh Rekayasa Kasus Kivlan Zen, Wiranto Tunggu Putusan Pengadilan
Polisi Telusuri Perdagangan Senjata Ilegal dari Lumajang ke Papua
Teka-teki Penemuan Puluhan Amunisi di Tempat Sampah Distrik Iwaka Mimika
Kivlan Zen Sebut Habil Marati Tak Terkait Pembelian Senjata, Minta Hakim Bebaskan
Penyuplai Senpi ke Sopir Lamborghini, Anak Ayu Azhari Ditangkap Polisi
Fakta-Fakta Axel Gondokusumo, Putra Ayu Azhari yang Terseret Kasus Senpi Ilegal
Filipina Jadi Jalur Penyelundupan Senjata Api ke Papua

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.