Rampas Angkot, Garong Ini Bawa Jimat dan Jenglot Saat Beraksi

Rampas Angkot, Garong Ini Bawa Jimat dan Jenglot Saat Beraksi
PERISTIWA | 28 Februari 2020 06:07 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Andres Komarudin melakukan perampasan satu unit angkutan kota (angkot). Selain bermodal golok, pria berusia 24 tahun itu percaya diri melakukan aksinya karena memiliki jimat dan jenglot.

Peristiwa perampasan itu terjadi saat korban yang berprofesi sebagai sopir, Jalaludin (28) menunggu penumpang di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (26/2).

Andres tiba-tiba datang sambil membawa golok sambil meminta korban turun di kursi kemudi. Ia secara paksa meminta korban duduk di kursi penumpang. Padahal kondisi jalanan saat itu tidak terlalu sepi. Andres pun melajukan mobil tanpa ragu.

Tanpa sepengetahuan Andres, korban di kursi penumpang mengabari lokasi keberadaannya kepada rekan sesama profesi. Akhirnya teman korban melakukan pengejaran bersama kepolisian.

Tak lama kemudian, Andres berhasil dikejar dan sempat menerima amukan teman-teman korban. Polisi yang berada di lokasi kejadian berhasil melerai dan mengamankan pelaku.

Kapolsek Regol Kompol Auliya Djabar mengungkapkan, dari tersangka, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa golok dan beberapa barang yang dipercayai pelaku sebagai jimat.

"Ada benda berupa jenglot, kemudian ada sabuk jimat, dan sebilah golok. Barang (jimat) itu dipercayai pelaku supaya kebal dan membuat kepercayaan dirinya tinggi,” kata Auliya.

Berdasarkan keterangan saksi, Andres kerap melakukan pemalakan kepada sopir angkutan umum. Lalu, data yang didapat, diketahui bahwa tersangka merupakan residivis dengan kasus curanmor dan penusukkan.

"Dalam kasus ini, pelaku kita sangkakan dengan pasal 365 tentang pencurian disertai kekerasan. Ancaman pidananya di atas lima tahun," kata Auliya.

Di tempat yang sama, Andres mengaku benda yang dipercayai sebagai jimat itu merupakan pinjaman dari saudaranya. Ia membutuhkannya untuk menjaga diri karena usahanya mencari uang dengan cara memeras sopir.

"Setiap hari saya bawa jimat dan golok itu. Buat jaga diri," ucap dia. (mdk/eko)

Baca juga:
Modal Pistol Rakitan, Mantan Polisi dan Guru Honorer Rampok Warga di Sumsel
Terlilit Utang, Pegawai Toko di Prabumulih Rekayasa Perampokan
Kades di OKU Timur Jadi Otak Sejumlah Kasus Perampokan dan Pembunuhan
Penjaga Sarang Walet di Kukar Tewas Ditikam Perampok
Perampok Bersenjata Curi Ratusan Tisu Gulung di Hong Kong
Polisi dan Istrinya Diduga Dalang Pencurian di Rumah Kepala Imigrasi Atambua

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami