Rampok dan Bunuh Ibu Muda, Begal di Binjai Ditembak

Rampok dan Bunuh Ibu Muda, Begal di Binjai Ditembak
PERISTIWA | 25 September 2020 23:16 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Demi niatnya menguasai sepeda motor, seorang pria di Binjai tega membunuh seorang ibu muda yang memberinya tumpangan. Namun tidak sampai sehari, begal sadis ini ditangkap dan ditembak polisi.

Begal yang ditembak pada bagian dengkul dan paha ini berinisal GZG (20), warga Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Dia disangka merampok Rani Anggraini (23) di areal perkebunan PT LNK CR 14, Dusun Jenggi Kemawar Desa Tanjung Merahe, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Kamis (24/9) sekitar pukul 15.30 WIB.

Tak cuma merampok, GZG juga membunuh Rani. Jasad ibu beranak satu yang tinggal di Pasar I Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat itu kemudian diseret dan disembunyikan di bawah pelepah sawit kering.

Jenazah Rani pertama kali ditemukan buruh kebun hendak sedang melintas untuk memanen sawit. Mereka mendapati ceceran darah, sandal, handphone, masker di pinggir jalan, dan bekas seretan ke arah tumpukan pelepah sawit.

Setelah tumpukan diangkat, ternyata di bawahnya terdapat jasad Rani yang mengalami luka di bagian kening, belakang telinga kanan dan batok kepala. Keluarga perempuan ini sebelumnya kehilangan karena dia tidak kunjung sampai ke rumah setelah pulang tempat kerjanya pada Rabu (23/9) sore.

"Jasad korban ditemukan Kamis (24/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian tim inafis Satreskrim Polres Binjai melakukan olah TKP dan menemukan sepasang sandal, batu berlumuran darah, masker dan HP merek Nokia warna putih, satu jaket warna cokelat, dan dua potong kalung putus," kata Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, Jumat (25/9).

Setelah selesai olah TKP, tim Satreskrim Polres Binjai langsung bekerja. Penyelidikan yang mereka lakukan mengarah pada GZG. Tim kemudian mencari GZG ke rumahnya. Namun dia tidak berada di sana.

"Berkat kegigihan petugas kembali mendapatkan informasi bahwasanya tersangka berada di Jalan Anggur, Kecamatan Binjai Barat, kemudian dilakukan penangkapan," jelas Romadhoni.

GZG ditangkap sekitar pukul 15.30 WIB, atau sekitar 6 jam setelah korban ditemukan. Saat diinterogasi, dia mengaku telah melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya Rani Anggraini.

Pemuda ini awalnya menghentikan Rani yang sedang berkendara untuk pulang ke rumahnya. Dia bermohon untuk menumpang sampai ke simpang Pasar VII. Perempuan itu bersedia membantunya.

"Saat ada dibonceng, pelaku mencekik korban dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya memukul korban," kata Romadhoni.

Setelah sepeda motor berhenti, GZG memukul kepala korban dengan batu. Dia juga menikam kepala perempuan itu dengan obeng, sebelum akhirnya menyeretnya ke areal kebun, lalu menutupinya dengan pelepah sawit.

Selanjutnya, GZG mengambil sepeda motor Honda Beat warna merah BK 4225 RAQ milik korban. Dia menggadaikannya Rp1,5 juta. "Untuk kebutuhan sehari-hari, untuk makan, kontrakan, kerja saya mocok-mocok. Saya butuh uang," dalihnya saat ditanyai wartawan.

Saat pengembangan untuk mengumpulkan barang bukti, GZG disebutkan melakukan perlawanan. Petugas pun menembak kaki kiri dan kanannya. Setelah sempat dirawat di RSUD Djoelham, Binjai, dia diboyong ke Satreskrim Polres Binjai untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

"Tersangka dikenakan pasal 365 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tutup Romadhoni. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami