Rampok dan Bunuh Wanita di Tapanuli Selatan, Dua Residivis Dibekuk Polisi

Rampok dan Bunuh Wanita di Tapanuli Selatan, Dua Residivis Dibekuk Polisi
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 6 Agustus 2022 04:00 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, Polres Tapanuli Selatan, dan Polres Tapanuli Utara menangkap dua pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap wanita usia lanjut bernama Nurhaida Simanjuntak (62). Kedua pelaku berinisial BST dan AP ditangkap dalam pelariannya pada Selasa (2/8).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan penangkapan terhadap kedua pelaku berawal dari penemuan jenazah korban di Jalan Lintas Aek Latong Lama-Padang Sidempuan, Desa Marsada, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (24/7) lalu.

"Dari temuan itu tim gabungan melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban," katanya, Jumat (5/8).

Lanjut Hadi, setelah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, keluarga, dan kamera CCTV. Kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap sembilan hari kemudian. Usai ditangkap diketahui kedua pelaku merupakan residivis.

"Modusnya adalah melakukan tipu daya. Meyakinkan korban seolah tersangka sudah mengenal baik. Motif mereka adalah menguasai (mengambil) barang berharga milik korban," jelasnya.

Menurut Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, sebelum tewas dirampok korban yang merupakan warga Sipoholon Tapanuli Utara itu baru pulang dari pesta di tempat kerabatnya, Sabtu (23/8). Setelah itu korban pun diantar ke pasar oleh suaminya.

"Namun setelah ditunggu-tunggu korban tidak kunjung pulang, sehingga keluarga melaporkan ke Polres Tapanuli Utara. Tapi akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia di wilayah Tapanuli Selatan," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Atas temuan ini, kata Roman, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Tapanuli Utara. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi akhirnya dapat mengungkap alamat pelaku.

"Korban meninggal dunia dibekap karena meronta saat kalungnya berupa emas seberat 15 gram akan diambil kedua pelaku," ujarnya.

Usai membuang jenazah korban, kedua tersangka lalu menjual kalung hasil rampasan itu kepada seorang penadah berinisial I. Dari hasil penjualan itu masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp3,5 juta.

"Kepada kedua tersangka dikenakan Pasal 365 Ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Aksi Komplotan Pembobol Hotel dan Rumah Sakit Berakhir di Ruko Kawasan Denpasar
Anggota Komplotan Begal di Jalur Lintas Palembang-Indralaya Diringkus Polisi
Komplotan Remaja Jadi Begal Sadis di Tangerang, Korban Dibacok Sampai Buta
Sekap Dua Penjaga, Perampok Rampas Rp90 Juta dari Kantor Balai Teknik Pantai di Bali
Polisi Reka Ulang Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Jembatan Temiri Jayapura
Dipergoki Mencuri, Pemuda Jayapura Bunuh Lalu Perkosa Ibu Rumah Tangga

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini