Randi Tewas Tertembak, Kapolda Sultra Sebut Anggotanya Hanya Bawa Tameng dan Tongkat

PERISTIWA | 27 September 2019 16:39 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari memakan korban jiwa. Dua orang meninggal dunia. Yakni Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan Kamis (26/9) sekitar pukul 15.30 Wita.

Korban lain, Muh Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka serius di bagian kepala di RSUD Bahteramas pada Jumat (27/9) sekitar 04.00 Wita.

Tidak hanya itu, seorang ibu rumah tangga Putri (23) ikut menjadi korban penembakan saat tertidur lelap di rumahnya, Jalan Syeh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari pada Kamis (26/9) sekitar pukul 16:00 Wita.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto mengatakan tim penyidik kepolisian masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelaku penembakan saat aksi unjukrasa mahasiswa menolak revisi undang undang yang mematik kontroversi publik.

Kapolda menuturkan, anggota polisi yang ditugaskan mengamankan aksi unjuk rasa gedung DPRD Sultra tidak dibekali peluru tajam dan peluru karet.

"Sebelum bertugas personel diperiksa. Sesuai SOP hanya melengkapi diri dengan tameng, tongkat dan peluru gas air mata," ujarnya seperti dilansir Antara.

Sedangkan kendaraan taktis yang digunakan adalah "water cannon" atau meriam air dan mobil sound system pengurai massa (Raisa).

Di tempat sama, Kabid Humas Polda Sultra Harry Goldenhart mengatakan situasi Kota Kendari pasca unjukrasa berdarah, sudah kondusif. Masyarakat beraktivitas seperti biasa.

"Kepolisian meminta dukungan masyarakat untuk menyampaikan informasi berkaitan pengungkapan pelaku penembakan maupun penganiayaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa," kata Harry. (mdk/noe)

Baca juga:
Ketua DPR Soal Dua Mahasiswa di Kendari Tewas: Kalau Pelakunya Polisi, Harus Dihukum
Kadiv Humas: Wakapolri ke Kendari, Bukti Polisi Serius Usut Tewasnya 2 Mahasiswa
2 Mahasiswa Kendari Tewas, Komisi III Minta Jokowi Copot Wiranto
Kapolda Sultra Sebut 1 Ibu Kena Peluru Nyasar Saat Demo Mahasiswa di Kendari
Arya Bima Minta Polisi Tak Represif Terhadap Gerakan Mahasiswa

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.