Rapat Bersama Jokowi, Emil Bahas UU Cipta Kerja serta Potensi Klaster Demo

Rapat Bersama Jokowi, Emil Bahas UU Cipta Kerja serta Potensi Klaster Demo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com/Aksara Bebey
PERISTIWA | 9 Oktober 2020 17:45 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama gubernur lain menggelar rapat dengan Presiden Joko Widodo terkait UU Cipta Kerja. Namun, ia mengaku tidak bisa membeberkan hasil rapat kepada publik karena akan disampaikan langsung oleh Presiden.

Dia mengikuti rapat secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/10). Usai itu, Ridwan Kamil melanjutkan rapat koordinasi Penanganan Covid-19 terkait Antisipasi Dampak Demonstrasi terhadap Kenaikan Kasus Covid-19 bersama Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

"(rapat dengan presiden) Saya tidak boleh memberikan hasil rapat karena akan disampaikan langsung oleh Bapak Presiden, itu komitmen para gubernur," kata pria yang akrab disapa Emil itu.

Namun, sikap itu tidak berlaku mengenai informasi mengenai rapat bersama Luhut. Menurut dia, ada beberapa hal yang dibahas, di antaranya membahas potensi klaster baru dari demo yang terjadi selama tiga hari terakhir.

"Ini karena rata-rata belum selesai diswab semua yang ditahan polisi ini dilakukan rapid test dan banyak yang reaktif ya kalau reaktifnya itu apakah positifnya sedang diproses oleh dua pihak, mungkin besok beritanya," ujarnya.

Jika kemudian ada yang positif Covid-19, maka kebijakan yang diambil tidak akan banyak berubah seperti penanganan selama ini. Jika positif dengan status orang tanpa gejala (OTG) maka yang bersangkutan akan karantina mandiri sekaligus melakukan pelacakan terhadap yang berkontak erat. Penanganan lebih intensif di rumah sakit dilakukan jika yang bersangkutan mengalami gejala yang parah.

Selain itu, pembahasan lain adalah menyiapkan langkah strategis menghadapi musim penghujan, hingga menyiapkan standar baru tempat pengungsian di masa pandemi Covid-19.

"BMKG melaporkan agar provinsi-provinsi di Jawa khususnya itu bersiap-siap. Maka tadi ada BNPB Pak Doni dan kita sedang mengeluarkan edaran ke kota Kabupaten agar siaga satu ya," imbuhnya.

"Ada potensi bencana banjir saat covid, maka tempat-tempat pengungsiannya harus berbeda dengan tahun lalu. Jadi harus lebih besar lebih berjarak sehingga kalau mau bilang ya, tapi kalau ternyata kejadian kebencanaan, protap ke pengungsian itu sudah jauh lebih baik," pungkas Emil. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami