Rapat dengan DPR, KPK dan BNN Minta Penambahan Anggaran untuk Tahun 2020

PERISTIWA | 12 Juni 2019 18:11 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Komisi III DPR menggelar rapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6). Dalam rapat itu KPK dan BNN mengajukan tambahan anggaran untuk tahun 2020.

KPK mengusulkan tambahan anggaran Rp580,14 Miliar. Penambahan anggaran itu sebagian besar diperuntukkan untuk penambahan pegawai di tahun 2020.

"Sebetulnya kami ingin mengusulkan untuk tahun ini ada penambahan kalau masih memungkinkan kita mengusulkan ada penambahan yang cukup besar sekitar Rp580 miliar sehingga menjadi Rp1,4 triliun," kata Ketua KPK Agus Raharjo dilokasi, Rabu (12/6).

Agus menjelaskan, KPK ingin memperluas program pencegahan hingga di daerah. Pasalnya, saat ini KPK baru memiliki 9 koordinator wilayah dari 34 provinsi.

"Nah koordinator wilayah ini hari ini anggotanya masih sangat sedikit. Jadi bapak ibu bisa bayangkan kalau 1 wilayah itu menangani lebih dari 2 provinsi kadang-kadang bisa sampai 4 provinsi itu kalau anggotanya sangat sedikit pasti kemudian layanannya juga kurang bisa diandalkan," ungkapnya.

Dari penambahan anggaran Rp580 miliar itu, kata Agus, Rp194,4 miliar untuk tambahan pegawai, Rp86,5 miliar untuk kebutuhan layanan operasional dasar seperti listrik, telepon, IT, pengelola gedung pengamanan, pengelolaan rutan.

Agus melanjutkan, Rp205 miliar digunakan untuk peluasan wilayah pendampingan korsupgak dan korsupgah di 542 pemda dan 85 K/L. Serta pelaksanaan survei penilaian integritas, percepatan penanganan perkara, pengembangan infrastruktur teknologi dan informasi.

Kemudian, Rp94,4 miliar untuk penambahan gedung baru. Agus menuturkan, gedung baru ini khusus untuk menyimpan barang rampasan dan barang sitaan.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko mengajukan tambahan anggaran untuk lembaganya sebesar Rp459,3 miliar. Sedangkan pagu indikatif yang sebelumnya diberikan pemerintah sebanyak Rp1,58 triliun.

"BNN mengajukan tambahan alokasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp459,3 miliar," kata Heru.

Heru merinci, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk program penindakan narkoba, pengadaan K-9, pengadaan video conference dan pembangunan gedung BNN pusat tahap I Rp11 miliar dan pembangunan gedung BNN provinsi Rp90 miliar, pembangunan gedung BNN kabupaten atau kota Rp65 miliar dan lainnya.

Baca juga:
BNN dan KPK Gelar Rapat dengan Komisi III DPR RI
Rotasi Kader di DPR, Aziz Syamsuddin Jadi Ketua Komisi III
MK, KY, MPR dan DPD Usul Anggaran Tahun 2020 Naik
Rapat Paripurna DPR Diwarnai Interupsi Soal Usulan Pansus Kerusuhan 22 Mei
Ketua DPR: Ani Yudhoyono Turut Menyukseskan Pembangunan Indonesia

(mdk/ray)