Rapat dengan Kemenpora, DPR Soroti Persiapan PON 2020 di Papua

PERISTIWA | 14 November 2019 17:39 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 digelar di Tanah Papua. Sejumlah persiapan pun sedang dilakukan.

Sayangnya, masih ada beberapa hal terkait sarana dan prasarana belum rampung, padahal pergantian tahun tinggal kurang dari 2 bulan.

Hal itu yang disoroti Anggota DPR Komisi X fraksi PKB Acep Adang Ruhiyat saat rapat dengan Kemenpora.

"Saya hanya ingin menyoroti masalah PON yang tadi disampaikan dan dilaksanakan di Papua yang menyangkut sarana dan prasarana, dimana masih tadi disampaikan progresnya masih dibawah 50 persen," kata Acep di Jakarta.

"Juga masalah tanah yang belum clear apalagi juga untuk pembangunannya sementara PON akan dilaksanakan pada oktober 2020. Apakah ini bisa diselesaikan," tuturnya.

Selanjutnya, Acep juga menyoroti prestasi atlet yang dinilai makin lama makin menurun.

"Kita dulu punya kebanggaan dibidang olahraga terutama di bulutangkis kita memiliki maestro maestro yang luar biasa, ada Rudi Hartono, Liem Swie King kesininya ada Alan Budikusuma sampai ke era-nya Taufik Hidayat yang kemarin kemarin, tapi sejak saat ini kita tidak punya yang dapat dibanggakan lagi, ada Jojo," katanya.

"Nah, yang ingin saya tanyakan kenapa terjadi sedemikian rupa," tuturnya.

"Sejak era Susi Susanti Indonesia tidak memiliki lagi, ke sininya tidak ada. Kita paling punya sektor ganda. Yang saya ingin tanyakan kenapa ini terjadi di bulu tangkis sudah sedemikian rupa juga dengan cabang-cabang olahraga lain," tambahnya.

Ia menilai fenomena tersebut imbas dari kesalahan pembinaan atau konsep pelatihan atlet. "Sewaktu di Asean Games dulu kita punya prestasi di no berapa. Nah sekarang tidak ada lagi. Sehingga diperkuat dengan adanya kelembagaan- kelembagaan ini seharusnya bisa ditingkatkan kualitasnya. Ini yang menjadi PR kita semua bagaimana kedepan keolahragaan ini dipimpin oleh orang-orang yang berkompeten. Saat ini banyak dipimpin oleh yang berbau politis,' katanya.

"Ada ketua di salah satu olahraga tapi dia tidak memahami tentang olahraga tersebut, kami ingin olahraga ini dikelola oleh orang-orang yang betul-betul profesional. Apalagi ini ada yang jadi ketua tapi hanya sampingan aja dia lebih mengurusi kegiatan kegiatan dimana gitu, sama sekali tidak memperhatikan," tegasnya.

Baca juga:
Jokowi Sebut PON 2020 di Papua Akan Jadi Arena Rayakan Keragaman
Puan Sebut Persiapan PON ke-20 dan Peparnas di Papua Terkendala Birokrasi
Rapat Koordinasi, Menko PMK Tagih Laporan Persiapan PON & Peparnas di Papua
Target 2018 rampung, Stadion Papua Bangkit jadi terbesar kedua setelah GBK
Menteri Basuki target 5 vanue PON di Papua selesai dibangun 2018
Pemerintah beri perhatian khusus untuk enam cabor

(mdk/rhm)