Rapat di DPR, Jaksa Agung Dicecar Gerinda soal Kasus Hary Tanoe

Rapat di DPR, Jaksa Agung Dicecar Gerinda soal Kasus Hary Tanoe
Jaksa Agung HM Prasetyo. ©2016 merdeka.com/ilham kusmayadi
PERISTIWA | 23 Januari 2019 18:24 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Komisi III DPR menggelar Rapat Kerja dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1). Rapat itu membahas evaluasi kinerja Kejaksaan Agung selama ini.

Selain membahas evaluasi kinjera, para anggota Komisi III juga menanyakan penanganan kasus yang selama ini ditangani Jaksa Agung. Salah satunya soal kasus dugaan korupsi PT Mobile 8.

"Saya sempat liat slide yang tentang beberapa kasus menyita perhatian publik. Saya mau menanyakan dan saya pernah mengikuti kasusnya Pak Hary Tanoe tentang kasus pengemplangan pajak. Itu bagaimana kasusnya?," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto dalam Rapat Kerja Komisi III dengan Jaksa Agung, Rabu (23/1).

Prasetyo menjawab, sampai saat ini Kejaksaan masih terus mendalami kasus tersebut. "Mengenai kasus Hary Tanoe berkaitan dengan Mobile 8, ini masih dalam proses penanganan dan memang di sini memerlukan satu pendalaman dan tidak mudah karena harus melibatkan banyak pihak," jawab Prasetyo.

Meski begitu, Prasetyo menegaskan pihaknya tidak pernah memberhentikan penyidikan kasus tersebut. Kata dia, Kejaksaan hanya memiliki kendala dalam hal penghitungan.

"Tetapi kasus ini tetap jalan kita tidak pernah hentikan kasus ini hanya penanganan perlu waktu karena yang kita hadapi adalah hal berkaitan dengan perhitungan dan sebagainya," ungkapnya.

Terkait dengan penghitungan kerugian negara, Kejaksaan Agung terus melakukan koordinasi dengan pihak yang mengelola perpajakan. Hal itu dilakukan untuk bisa mengetahui jumlah pasti berapa kerugian negara karena dugaan korupsi tersebut.

"Berkaitan dengan kerugian negara dan kita selalu berkoordinasi dengan pihak pajak tentang besaran dan kepastian jumlah pajak yang dituduhkan pengusaha ini," ucapnya.

Sebelumnya, Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah mengantongi nama calon tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi PT Mobile 8. Mobile 8 Telecom diduga memanipulasi transaksi penjualan produk telekomunikasi.

"Sudah (ada calon tersangka)," kata Jampidsus Arminsyah di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2017) malam.

Lebih lanjut, Arminsyah menyebut ada dua nama calon tersangka dalam kasus ini. Namun, dirinya enggan untuk memberitahu siapa dua orang nama tersebut.

Selain itu, Arminsyah membantah saat ditanyakan dua nama calon tersangka tersebut adalah Anthony Chandra Kartawiria selaku Direktur PT First Media Tbk dan Hary Djaja selaku Direktur PT Djaja Nusantara Komunikasi. Dua orang tersebut sebelumnya pernah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi Mobile 8.

"Saya tidak bilang, sama kaya kemarin ya," bantahnya.

Diketahui, dalam kasus dugaan korupsi Mobile 8 ini, Penyidik Jampidsus pernah menetapkan Anthony dan Hary sebagai tersangka. Akan tetapi, keduanya bebas dari hukuman lantaran diterimanya permohonan praperadilan yang diajukan keduanya oleh Hakim Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dengan adanya dua nama calon tersangka, Penyidik Jampidsus langsung membuat Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru atas kasus dugaan korupsi perusahaan yang dimiliki oleh Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo. (mdk/eko)

Baca juga:
Kembalikan Sembilan Kasus HAM Berat, Jaksa Agung Bantah Membangkang Amanat UU
Kembalikan Sembilan Kasus Pelanggaran HAM Berat, Jaksa Agung Dinilai Tak Patuh UU
Jaksa Agung Kembalikan Sembilan Berkas Kasus Pelanggaran HAM Berat
4 Tahun pemerintahan Jokowi-JK, Jaksa Agung klaim selamatkan uang negara Rp 2 T
Bantah Andi Arief, NasDem tegaskan perpindahan kader partai bukan urusan presiden

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami