Rapid Test Corona, 17 Pengunjung Warung Kopi di Kota Pontianak Reaktif

Rapid Test Corona, 17 Pengunjung Warung Kopi di Kota Pontianak Reaktif
Ilustrasi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
PERISTIWA | 8 November 2020 10:36 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - 200 pengunjung warung kopi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengikuti rapid test Covid-19 yang diadakan Dinas Kesehatan setempat, Sabtu (7/11). Hasilnya 17 pengunjung reaktif Covid-19, sehingga perlu identifikasi lebih lanjut melalui tes usap.

"Dari temuan kasus itu, maka langsung kami lakukan tes usap, dan ditargetkan, besok Senin (9/11) sudah ada hasilnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu di Pontianak, Minggu (8/11). Dikutip dari Antara.

Menurut dia, tes cepat dilakukan setelah melihat ramainya pengunjung, warung kopi yang mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak dan rata-rata tidak menggunakan masker.

"Ini bisa menjadi indikasi kalau warkop bisa menjadi tempat penularan Covid-19," ungkapnya.

Dia menambahkan, karena pengunjungnya rata-rata anak muda dan tanpa gejala, maka dikhawatirkan ketika pulang ke rumah, malah akan menularkan Covid-19 kepada keluarganya di rumah.

"Kami khawatir akan sulit Kota Pontianak untuk keluar dari zona merah Covid-19. Kami akan terus melakukan tes cepat pada tempat-tempat kerumunan, terutama yang tidak menerapkan protokol kesehatan," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Gunung Merapi Siaga, BNPB Gandeng Kemenkes Siapkan Tes Covid-19 di Pengungsian
KPU Sultra Wajibkan Petugas KPPS Rapid Test Sebelum Tugas saat Pemungutan Suara
Polisi Selidiki Temuan Limbah Rapid Test di Pinggir Jalan Bekasi
Hakim hingga Pegawai PN Jakpus Dirapid Test Antigen
Satgas Sebut Testing Covid-19 Menurun saat Libur Panjang
Ratusan Siswa dan Guru SMP di Solo Lakukan Rapid Test Sebelum KBM Tatap Muka

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami