Ratna buat hoaks saat jadi jurkam, kubu Jokowi sebut Prabowo cs langgar pemilu damai

PERISTIWA | 4 Oktober 2018 17:11 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kubu pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf menilai kubu Prabowo-Sandiaga telah melanggar kesepakatan Pemilu damai yang dibuat pada 23 September. Penyebabnya, hoaks yang dibuat Ratna Sarumpaet soal penganiayaan, paralel dengan keberadaannya selaku juru kampanye pasangan nomor urut 02.

Ratna Sarumpaet memang belakangan mengundurkan diri sebagai juru kampanye. Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pasca pengakuan tidak ada penganiayaan, aktivis HAM itu langsung dipecat.

Saat hoaks itu bergulir, Ratna masih terdaftar sebagai juru kampanye. Poin tersebut menjadi landasan kubu Jokowi melaporkan tim kampanye Prabowo-Sandiaga ke Bawaslu, karena melanggar kesepakatan Pemilu damai.

"Ternyata kami anggap ini dilanggar salah satu anggota kampanye paslon 02 ini yang kita sikapi," kata Direktur Hukum dan Advokasi Koalisi Indonesia Kerja, Ade Irfan Pulungan, di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (4/10).

Dia menegaskan, dengan adanya kesepakatan Pemilu damai tanpa hoaks, sedianya pasangan calon dan tim kampanye tidak menggulirkan berita bohong.

"Tentunya ini harus disepakati bersama oleh paslon sendiri atau tim kampanyenya termasuk keterlibatan aktif masyarakat umum," ucap Irfan.

Aduan kubu Jokowi sendiri telah diterima oleh Bawaslu. Mereka melampirkan berkas berupa struktur Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Bawaslu meminta bukti ditambah agar bisa menjadi pertimbangan kajian Bawaslu.

Irfan pun meminta kepada Bawaslu agar lebih cermat melakukan pengawasan. Sebab, kampanye baru bergulir beberapa pekan sudah ada kegaduhan karena hoaks.

"Tentunya ini harus disepakati bersama oleh paslon sendiri atau tim kampanyenya termasuk keterlibatan aktif masyarakat umum," pungkasnya.

Diketahui, isu dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet digulirkan sejak Selasa (2/10). Foto Ratna yang wajahnya terlihat lebam menjadi sumber isu. Kubu Prabowo, melalui Jubir Dahnil Anzar Simanjuntak, Waketum Gerindra Fadli Zon, sampai capres Prabowo sendiri mengkonfirmasi peristiwa tersebut ke media.

Belakangan, Ratna Sarumpaet mengakui membuat kebohongan soal penganiayaan oleh orang tak dikenal di Bandung. Dia meminta maaf kepada Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto telah menemui dan membelanya. Setelah menyadari kebohongan soal penganiayaan itu salah, Ratna menyesal.

Ratna mengungkapkan, wajah lebamnya itu bukan karena dianiaya, tetapi akibat operasi sedot lemak yang dilakukan di bagian pipi kiri. Operasi itu dilakukan di RS Bina Estetika Jakarta tanggal 21 September lalu.

"Saya memohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin tulus membela kebohongan yang saya buat," kata Ratna di rumahnya, kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (3/10). (mdk/lia)

Baca juga:
Tim Jokowi: Prabowo perlu kerja keras karena kepercayaan publik tergerus hoaks Ratna
Kubu Jokowi setuju 3 Oktober jadi Hari Antihoaks Nasional
Wapres JK sudah menduga Ratna Sarumpaet berbohong soal kasus pengeroyokan
Soal hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet, Airlangga minta publik lihat informasi utuh
OSO minta Ratna Sarumpaet tetap diproses hukum
Prabowo didesak mundur karena Ratna, Fadli Zon bilang 'enak saja, ini soal kecil'
Dipolisikan hoaks Ratna, Waketum Gerindra ancam balik Farhat Abbas dan Cak Imin

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.