Ratna Rahayu, lurah cantik dari Sadang Serang Bandung

PERISTIWA | 30 Agustus 2014 06:32 Reporter : Nelly Hassani Rachmi

Merdeka.com - Lurah Sadang Serang Bandung, Ratna Rahayu Pitriaty tengah menjadi sorotan. Saat merdeka.com menemui di kantornya, wanita cantik ini terlihat ramah .

Meski terlihat sibuk, namun dia tetap berusaha melayani warganya dengan senyum. Karena prinsip dia selama bekerja yakni 'melayani sepenuh hati'.

Sejak satu tahun lalu menjabat lurah, kesan aparat negara yang kerap sembrono ingin dia ubah menjadi standar perbankan. Reformasi birokrasi yang diinginkan Ridwan Kamil tidak akan berjalan jika warganya saja komplain karena kelakuan aparatnya.

"Saya enggak mau dengar warga karena komplain tidak baik karena kelakuan aparat. Apalagi sampai buat dongkol," kata Ratna, Rabu (27/8) lalu.

Kemudian dia menampilkan foto beserta tujuh stafnya yang terpajang di dinding ruangan. itu dimaksudkan agar ketika ada salah satu bawahannya yang berkelakuan tidak baik akan ditegur.

Selama berbincang, Ratna mengaku bingung dengan julukannya, yakni 'lurah cantik'. Meski menjabat sebagai lurah, perempuan lulusan STPDN 2000 ini mengaku tidak pernah meminta baju mahal, namun tetap berupaya tampil sempurna.

"Berpenampilanlah secara keren. Saya tidak minta beli baju mahal. Yang penting rapi, enak dipandang, dan harum. Mari kita ubah citra sembrono. Menjadi image positif di masyarakat," tuturnya.

Ratna yang memulai karier dari salah satu pekerja magang di badan Kepegawaian Daerah (BKD) ini mengaku senang daerah yang dipimpinnya diusung sebagai wilayah percontohan. Tak hanya itu, di bawah kepemimpinannya pula, PKK Kelurahan Sadang Serang meraih gelar juara dalam lomba aksetor KB.

"Tapi yang saya banggakan sekarang ini justru e-Kelurahan, ini juara di tempat saya. Ini yang bisa diadopsi, kalau orang lain program unggulan, kalau saya aplikasi unggulan. Kita terapkan. E-Kelurahan merupakan MoU Wali Kota Bandung dan Telkom," aku dia.

Meski telah menyimpan beberapa prestasi, namun Ratna mengaku masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus dikerjakannya. Di antaranya revitalisasi dan mempercantik kawasan kumuh di wilayahnya.

"Ini anugerah karena dalam satu kelurahan kita dianugerahi berbagai sarana seperti terminal, pasar, rusunawa sehingga harus ada perhatian khusus sehingga menjadi kawasan cantik. Ke depan akan menjadi alun-alun Bandung Utara," ujarnya.

Lurah cantik di Bandung mengaku terinspirasi kepemimpinan Risma

Mimpi lurah cantik ini ingin percantik kampung kumuh di Bandung

Berpolitik tanpa bermusuhan (3): Soekarno dan Hatta

Berpolitik tanpa bermusuhan (2): Natsir dan Soekarno

Berpolitik tanpa bermusuhan (1): Natsir dan IJ Kasimo

(mdk/has)