Ratusan Anak Korban Konflik Buruh dengan Perusahaan Dievakuasi dari Kampar

Ratusan Anak Korban Konflik Buruh dengan Perusahaan Dievakuasi dari Kampar
TNI Evakuasi Warga Korban Konflik dengan Perusahaan. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 21 September 2021 02:32 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Sejumlah personel TNI AU mengevakuasi ratusan anak yang terlantar akibat korban konflik buruh dengan PT Padasa Enam Utama di Desa Kabun, Kabupaten Kampar, Riau. TNI AU dari Lanud Roesmin Nurjadi bersama tim Komisi Nasional Perlindungan Anak Riau, membawa sekitar 107 anak-anak agar tidak menjadi korban kekerasan.

"Anak-anak itu kami amankan dan evakuasi, karena bisa menyebabkan sindrom pisikoligis," ujar Ketua Komnas PA Riau, Dewi ,Senin (20/9).

Dewi menyebutkan, anak-anak ini trauma karena menyaksikan kejadian kekerasan antara perusahaan dengan orangtua mereka. Agar menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, Komnas Anak meminta pengamanan dari TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

"Kami dari Komnas Perlindungan Anak bekerjasama dengan Lanud Roesmin Nurhadin Pekanbaru mengamankan mereka agar mereka tidak melihat situasi, dan tidak menonton langsung kekerasan yang terjadi di sana," jelasnya.

Anak-anak yang dievakuasi itu terlantar akibat kisruh antara buruh yang di PHK oleh PT Padasa dengan pihak managemen perusahaan karena diduga ada hak-hak buruh yang tidak dipenuhi oleh PT Padasa.

Komnas PA Riau dan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, mengevakuasi sekitar 107 orang anak dan ibunya. Mulai dari anak-anak balita sebanyak 15 orang, anak-anak usia 8-18 tahun sebanyak 77 anak, dan sisanya adalah ibu dari anak-anak itu.

Evakuasi sendiri dilakukan menggunakan 1 truck milik TNI AU, dan 2 bus dari PT Padasa yang diminta oleh Komnas PA untuk mengangkut anak-anak yang terlantar itu pada Jumat (17/9) lalu.

Dewi menjelaskan, saat itu pihaknya dan TNI AU mendatangi lokasi konflik PT Padasa dan buruh, kondisi anak-anak sudah dalam situasi yang sangat memprihatinkan. Karena itu, anak-anak langsung dievakuasi dan diamankan di Dinas Sosial Provinsi Riau.

"Saat kami jemput, kondisi di sana itu sudah sangat memprihatinkan. Mereka pada tidur di luar rumah, berserakan, anak-anak tidak mandi, tidak makan. Pokoknya dalam keadaan kumuh lah, itu tidak semestinya. Tidak layak anak-anak itu dapat perlakuan seperti itu. Akhirnya kami ambil tindakan untuk segera mengevakuasi," ucap Dewi.

Anak-anak itu dibawa ke Dinas Sosial, karena menurut Dewi, Dinsos juga punya tanggungjawab terkait hidup layaknya dan pisikologis anak-anak yang terjadi di Riau.

Dewi menegaskan, evakuasi itu murni bentuk perhatian Komnas PA Riau terhadap kondisi anak-anak di wilayah konflik di Kabun.

"Ini tidak ada kaitannya dengan internal PT dan Buruh, karena itu bukan wewenang kami Komnas Anak. Kami hanya berbicara tentang anak apalagi undang-undang anak sudah mengatur. Kalau memang anak-anak itu tidak boleh mendapatkan tekanan pisikoligi dan anak-anak memang harus mendapatkan kelayakan hidup, kebahagiaan demi terjaminnya masa depan penerus bangsa yang lebih baik,” tegas Dewi. (mdk/gil)

Baca juga:
Kasus Dugaan Perkosaan 4 Siswi SMA Papua, Polisi Periksa 8 Saksi
Istri Merantau ke Malaysia, Pria Aceh di Tamiang Cabuli Anak Tiri Berusia 10 Tahun
Komnas PA Desak Pemda Siapkan Keluarga Alternatif untuk Yatim Piatu karena Covid-19
Setubuhi Bocah 13 Tahun, 5 Pelajar di Buleleng Masuk Bui
Alasan Ingin Beli Obat, Seorang Ibu di Tangerang Tega Telantarkan Bayi Mungilnya
Roy Suryo Sebut Aisha Weddings Kontra Intelijen, Sindir Kerjaan BuzzeRp

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami