Ratusan Driver Segel Kantor Gojek Semarang Buntut Pemotongan Bonus Sepihak

PERISTIWA | 7 Agustus 2019 17:35 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Ratusan driver GoCar menyegel kantor Gojek Indonesia Semarang di Jalan Siliwangi, Semarang Barat, Rabu (7/8). Penyegelan itu karena para driver kecewa dengan pemotongan bonus sepihak dilakukan perusahaan startup tersebut.

Aksi memanas saat pendemo berusaha memasuki halaman Gojek namun ditahan dipagar. Aksi dorong membuat pagar kantor jebol dan kaca retak. Tidak hanya itu, terlihat sejumlah driver merangsek untuk menurunkan beberapa properti Gojek seperti spanduk, rontek, dan banner yang ada di depan kantor.

Sebuah tenda sunafil Gojek yang ada di depan kantor juga turut dilepas oleh aksi pendemo. Mereka merobohkan tenda dan merusak secara ramai-ramai.

Mereka masih menuntut perubahan skema yang baru untuk dikembalikan pada skema yang lama. Termasuk menagih komitmen Gojek yang mengingkari mediasi di Kantor Dishub Jateng.

"Kami meminta mediasi, jangan hanya diam dan diberi harapan palsu. Mediasi atau kami segel kantor Gojek," kata Astrid Jovanka, juru bicara Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Semarang, saat orasi di depan pintu kantor Gojek.

Dia menyebut bahwa pihak Gojek Indonesia mengingkari pertemuan hasil mediasi pada Jumat pekan lalu, yang sepakat untuk membicarakan kembali hitungan tarif minimal GoCar di kantor Dishub Provinsi Jateng, pada Selasa (6/8) kemarin.

"Mereka tidak datang dipertemuan itu, padahal yang mengundang adalah Dishub," ujarnya.

Respons Pihak Gojek

Pihak Gojek menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan para drivernya tersebut. Menurutnya, aksi oknum driver merusak kantor Gojek Semarang merugikan driver lain yang tidak ikut berdemo.

"Aksi anarkis ini mengakibatkan kantor Gojek di Semarang tidak bisa beroperasi, mitra kami yang aktif menemui kesulitan karena harus mengurus segala sesuatunya di kantor operasional kami," tegas VP Corporate Affairs Gojek, Michael Say.

Michael menuturkan, manajemen Gojek sebenarnya sering berkomunikasi berkala dengan para mitra. Pihaknya mengklaim juga terbuka menerima dan akan merealisasikan aspirasi dari para mitra tanpa harus bertindak anarkis.

"Kami selalu terbuka terhadap aspirasi mitra dan telah memiliki wadah resmi yang kami lakukan secara berkala dengan mitra kami, sehingga tanpa aksi atau demo pun seluruh aspirasi mitra dapat disampaikan dan dapat kami realisasikan," klaim Michael.

"Aksi yang dilakukan oleh beberapa oknum driver online ini ini tidak sesuai dengan prinsip kemitraan Gojek, hal ini melukai hubungan baik yang telah dibangun oleh selama ini," sambungnya.

Baca juga:
Usai Unjuk Rasa, Gojek dan Pengemudi Capai Kesepakatan
Kesepakatan Tak Terpenuhi, Driver dan GO-JEK Lanjutkan Mediasi Pekan Depan
MPL Rilis Gim Baru Bertema Ojek Online
4 Unicorn RI GO-JEK, Tokopedia, Bukalapak & Traveloka Disebut Milik Singapura
Kepala BKPM Minta Maaf dan Ralat Pernyataan 4 Unicorn Indonesia Diklaim Singapura
Fakta-fakta Saat Heboh 4 Unicorn Indonesia Diklaim Milik Singapura
Kemacetan Panjang Akibat Demo Sopir GoCar di Pasar Raya Blok M

(mdk/gil)